Tim Kementerian Lingkungan Hidup Teliti Dampak Tongkang Terdampar di Pulau Beringin, Lingga

IMG 20250829 WA0012

LINGGA | Go Indonesia.id_ Tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Gakkum turun langsung melakukan penelitian di lokasi tongkang bermuatan bauksit yang terdampar di perairan Pulau Beringin, Desa Laboh, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga.

Kedatangan tim ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lingga yang diketuai Ruslan Alisan Jagat, serta pihak perusahaan terkait.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Kepala Desa Laboh mengatakan, kegiatan ini berjalan lancar berkat kerja sama yang baik dengan masyarakat. โ€œDengan semangat gotong royong, kegiatan ini dapat terlaksana efektif.

Harapannya, keselamatan terumbu karang dan biota laut di Pulau Beringin tetap terjaga,โ€ ujarnya kepada Go Indonesia id, Kamis (28/8/2025).

Fokus utama penelitian tim KLHK adalah menilai dampak lingkungan akibat tenggelamnya tongkang yang membawa sekitar 3.800 metrik ton batu bauksit. Penelitian mencakup:

Kondisi terumbu karang: memantau kemungkinan kerusakan akibat tumpukan bauksit.

Jumlah dan dampak tumpahan bauksit: menghitung sebaran material di dasar laut.

Perubahan kualitas air laut: menganalisa potensi dampak terhadap biota laut di sekitar lokasi.

Kepala Desa Laboh menegaskan, penelitian ini sangat penting untuk memahami sejauh mana kerusakan yang ditimbulkan serta menjadi dasar perumusan langkah mitigasi dan restorasi ekosistem laut.

โ€œLangkah ini penting agar kerusakan ekosistem bisa diminimalisir, sekaligus memastikan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada laut,โ€ tegasnya.

Penanganan kasus tongkang terdampar ini menunjukkan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menegaskan peran strategis Pulau Beringin sebagai bagian dari ekosistem laut di Kepulauan Riau.

Reporter: Edy


Advertisement

Pos terkait