Polisi Kembali Makan Korban, IMM Kepri: Reformasi Polri Harga Mati!

IMG 20250829 WA0025

Reporter : Diki Candra

BATAM | Go Indonesia.Id – Gelombang kritik terhadap institusi kepolisian kembali menguat setelah seorang demonstran tewas terlindas mobil Raimas Brimob dalam aksi di Jakarta. Peristiwa tragis ini kembali menelanjangi wajah represif kepolisian yang bertolak belakang dengan perannya sebagai pengayom masyarakat.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Sekretaris Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kepulauan Riau, Rudi Susanto, menegaskan, kematian seorang anak bangsa akibat tindakan brutal aparat tidak bisa lagi dianggap sebagai insiden biasa.

β€œTragedi ini adalah bukti kegagalan Polri menjalankan amanat reformasi. Aparat yang seharusnya melindungi rakyat justru menjadi ancaman nyata. Reformasi Polri adalah harga mati,” tegas Rudi, Jumat (29/8/2025).

IMM Kepri mendesak Presiden RI untuk segera mencopot Kapolri dan Kapolda Metro Jaya karena dianggap lalai dan gagal menjaga keamanan dengan cara beradab. Menurut Rudi, praktik kekerasan yang terus berulang adalah cermin bahwa perubahan kultur kepolisian tidak pernah sungguh-sungguh dijalankan.

β€œSelama kekerasan masih dibiarkan, cita-cita reformasi sektor keamanan hanya akan jadi jargon kosong. Polisi seharusnya menjadi pelindung, bukan mesin penindas,” lanjutnya.

Senada dengan IMM Kepri, aktivis HAM nasional, Laila Anwar, menilai tragedi ini menunjukkan bahwa Polri belum mampu keluar dari kultur kekerasan. β€œJika negara terus membiarkan aparat bertindak di luar batas, maka setiap warga bisa menjadi korban berikutnya. Ini bukan lagi soal pelanggaran prosedur, tapi soal nyawa manusia,” tegas Laila.

IMM Kepri memastikan tidak akan berhenti bersuara hingga ada langkah nyata berupa evaluasi total, pencopotan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab, serta perubahan mendasar dalam sistem keamanan yang lebih menghormati hak asasi manusia.(*)

*Redaksi*


Advertisement

Pos terkait