Reporter : Apriandi
TANJAB BARAT | Go Indonesia.id – Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kembali menjadi sorotan setelah data Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa wilayah ini termasuk salah satu kantong kemiskinan ekstrem terbesar di kabupaten tersebut. Kondisi ini membuat intervensi bantuan sosial dari pemerintah, khususnya dari Kementerian Sosial RI, menjadi sangat krusial bagi masyarakat.
Data BPS menyebutkan bahwa Senyerang masuk dalam daftar prioritas percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, sejalan dengan program nasional pengentasan kemiskinan yang tengah digenjot pemerintah pusat.
Ditingkat lokal, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat. Program ini disalurkan langsung kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di desa-desa dalam Kecamatan Senyerang. Bagi banyak warga, BLT menjadi satu-satunya sumber pendapatan tetap yang dapat menopang kebutuhan sehari-hari.
Selain bantuan dari Kemensos, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Bappeda dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) juga menjalankan sejumlah program penurunan kemiskinan. Upaya ini meliputi :
1. Peningkatan data terpadu sasaran kemiskinan ekstrem
2. Program pemberdayaan ekonomi keluarga miskin
3. Intervensi sosial untuk kelompok rentan
Namun, berbagai kalangan menilai upaya tersebut masih harus diperkuat, mengingat kemampuan ekonomi sebagian besar masyarakat Senyerang masih berada di titik kritis.
Beberapa warga yang ditemui menyampaikan harapan agar bantuan sosial dari Kemensos dan Pemkab tidak hanya berfokus pada bantuan tunai, tetapi juga pada pembukaan lapangan kerja, peningkatan akses pendidikan, serta dukungan UMKM di tingkat desa.
Senyerang sendiri berlokasi di kawasan pesisir, tepatnya di Jl. Sultan Thaha Parit 5, Teluk Nilau, Pengabuhan, dengan kondisi infrastruktur yang masih membutuhkan banyak perbaikan.
Dengan status sebagai wilayah prioritas kemiskinan ekstrem, masyarakat berharap pemerintah pusat maupun daerah memberikan perhatian lebih serius agar kehidupan mereka dapat segera keluar dari zona merah kemiskinan.
REDAKSI







