NATUNA | Go Indonesia.idโ Gangguan mesin yang kembali terjadi di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, menuai kritik keras dari masyarakat. Pasalnya, kerusakan pembangkit listrik tersebut bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah berulang kali dalam kurun waktu satu tahun terakhir tanpa solusi permanen.
Akibat gangguan tersebut, pihak PLTD Sedanau kembali memberlakukan pemadaman listrik bergilir dengan alasan penonaktifan sementara di sejumlah titik trafo. Kondisi ini dinilai sangat merugikan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, nelayan, serta warga yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk aktivitas sehari-hari.
Koordinator PLTD Sedanau, Juon, sebelumnya dilansir dari media Yutel menyampaikan bahwa pemadaman dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kerusakan tidak meluas, sembari menunggu proses perbaikan mesin. Namun penjelasan tersebut dinilai tidak lagi memadai oleh warga, mengingat gangguan serupa terus berulang dari waktu ke waktu.
Dalam setahun ini sudah berkali-kali rusak. Alasannya selalu sama, mesin bermasalah. Kalau memang tidak mampu mengelola dan mengatasi persoalan teknis, lebih baik pengurusnya diganti secara keseluruhan,โ tegas salah seorang warga Sedanau.
Masyarakat menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya manajemen dan perawatan pembangkit. PLTD Sedanau dianggap gagal memberikan pelayanan listrik yang stabil dan andal, padahal listrik merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Warga pun mendesak pihak terkait, baik PLN maupun instansi yang membawahi PLTD Sedanau, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pengelola. Jika tidak ada perbaikan signifikan dalam waktu dekat, pergantian pengurus dinilai sebagai langkah tegas yang harus diambil demi kepentingan publik.
Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban ketidakbecusan pengelolaan. Listrik ini bukan barang mewah, tapi kebutuhan pokok,โ tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pemadaman listrik bergilir masih berlangsung di sejumlah wilayah Sedanau. Masyarakat kini menunggu langkah konkret dan tegas dari pihak berwenang untuk menyelesaikan persoalan yang dinilai sudah terlalu lama dibiarkan.
Reporter : Baharullazi







