NATUNA | Go Indonesia.id– Pihak perusahaan pelaksana pembangunan prasarana dan sarana di luar kawasan pelabuhan pada lokasi SKPT Natuna akhirnya menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait potensi dampak lingkungan dari proyek penimbunan tersebut.
Melalui Manajer Proyek (PM), Arief, pihak perusahaan menyampaikan klarifikasinya kepada media saat wawancara di kantor mereka, Senin (2/2/2026).
Arief menjelaskan bahwa pihak perusahaan sangat memahami keresahan warga, khususnya terkait dampak terhadap lingkungan pesisir.
Kami sangat memahami kekhawatiran masyarakat. Karena itu, kami akan berupaya semaksimal mungkin menjaga lingkungan dalam pelaksanaan pekerjaan ini,” ujar Arief.
Ia juga memaparkan teknik penimbunan yang akan digunakan untuk meminimalisir dampak lingkungan. Menurutnya, sebelum dilakukan penimbunan tanah, pihak perusahaan terlebih dahulu akan memasang susunan batu sebagai penahan.
Setelah batu terpasang, kami akan menambahkan lapisan semacam plastik atau geotekstil untuk menahan agar material tanah tidak keluar dari area penimbunan,” jelasnya.
Selain itu, pihak perusahaan juga mengaku akan melakukan pemantauan secara berkala selama proses pengerjaan berlangsung, termasuk memastikan alat berat dan aktivitas proyek tidak mengganggu wilayah permukiman serta aktivitas nelayan di sekitar lokasi.
Arief menegaskan, perusahaan akan terus mengawasi proses pekerjaan agar dampak lingkungan bisa ditekan seminimal mungkin.
Kami pastikan dampak lingkungan sekecil-kecilnya, kalau bisa tidak ada sama sekali,” tegasnya.
Reporter : Baharullazi







