Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Airlangga Resmi Luncurkan Bank Sampah RESIK di Desa Pesucen

IMG 20260203 WA0003 scaled

DESA PEDUCEN,KALIPURO | Go Indonesia.id_ Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Desa Pesucen telah resmi meluncurkan Bank Sampah RESIK pada Minggu (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen mereka dalam mendukung pembangunan kesehatan lingkungan di daerah tersebut, dengan beranggotakan 9 mahasiswa yang dikenal sebagai Ksatria Airlangga.

Grand Launching Bank Sampah RESIK dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuwangi, Ketua Ecoenzyme Nusantara, Camat Kalipuro, Kepala Desa Pesucen Sirojudin, Ketua PKK Desa Pesucen, serta Bidan Wilayah Desa Pesucen.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Acara dimulai dengan doa bersama dan sambutan dari para tamu, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa yang dinilai dapat menjawab permasalahan lingkungan secara nyata dan berkelanjutan. Selanjutnya dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengelolaan dan keberlanjutan bank sampah, diikuti prosesi pemotongan pita sebagai simbol dimulainya operasional.

Ketua Kelompok 7 PKL, Yohana Calista Pratiwi, menyampaikan komitmen untuk mendampingi Bank Sampah RESIK selama 3 bulan dengan harapan dapat berdiri secara mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai bentuk serah terima program, mahasiswa menyerahkan simbolis timbangan sampah kepada pengurus bank sampah.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi juga memaparkan mekanisme bank sampah, mulai dari sistem pemilahan, alur penabungan, hingga manfaat ekonomi dan kesehatan yang dapat dirasakan masyarakat. Kepala Desa Pesucen Sirojudin menambahkan, “Dengan adanya Bank Sampah RESIK ini diharapkan dapat menjadi awal baru bagi Desa Pesucen dalam mengelola sampah rumah tangga yang baik dan benar, selain untuk mencegah penyakit akibat sampah namun dapat membantu perekonomian masyarakat.”

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, menjadi simbol sinergi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui Bank Sampah RESIK, mahasiswa berharap Desa Pesucen dapat semakin mandiri dalam pengelolaan sampah dan menjadi contoh praktik baik bagi desa lain.

Reporter : Indah Razak


Advertisement

Pos terkait