NATUNA | Go Indonesia.id_ Polemik pemadaman listrik yang kerap terjadi di Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, semakin mencuat dan memicu keresahan masyarakat. Pemadaman listrik yang berlangsung hingga delapan jam dinilai sangat mengganggu aktivitas warga, khususnya pelaku usaha penampungan ikan serta penyedia es batu yang menopang kebutuhan nelayan.
Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami kerugian signifikan akibat pemadaman tersebut. Pasokan es batu yang terganggu berdampak langsung pada kualitas hasil tangkapan nelayan, sementara aktivitas penyimpanan ikan terpaksa terhenti.
Koordinator PLTD Sedanau, Kasman, yang Surat Keputusannya (SK) baru diterbitkan pada 2 Februari 2026, saat dimintai keterangan pada 3 Februari 2026 menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Sebagai informasi, alat yang mengalami kerusakan sudah dikirim ke Tanjungpinang menggunakan kapal Sabuk semalam,โ ujar Kasman.
Namun, ketika ditanya kapan aliran listrik akan kembali normal, Kasman menyatakan belum dapat memastikan waktu perbaikannya.
โSaya tidak bisa memastikan, karena alat yang dikirim belum sampai,โ jawabnya singkat.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Sedanau yang enggan disebutkan namanya menilai permasalahan ini tidak sepenuhnya dapat dibebankan kepada petugas di lapangan. Menurutnya, persoalan utama terletak pada manajemen PLN itu sendiri.
Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan petugas di Sedanau. Ini lebih kepada manajemen PLN. Saya melihat PLTD Sedanau seperti tidak menjadi prioritas, seolah-olah dianggap tidak menguntungkan secara bisnis,โ ujarnya.
Tokoh masyarakat tersebut berharap agar seluruh pihak terkait, terutama PLN, dapat segera mengambil langkah serius dan transparan untuk menyelesaikan persoalan ini. Masyarakat Sedanau berharap pelayanan listrik dapat berjalan normal dan sesuai dengan kebutuhan serta harapan warga.
Reporter : Baharullazi






