Parit Makin Parah, Janji Tinggal Janji: Warga Margorukun Geram Normalisasi Tak Kunjung Datang

IMG 20260325 WA0120

Reporter : Apriandi

TANJAB BARAT | Go Indonesia.id – Kesabaran warga Parit Suak Patin, Desa Margorukun, Kecamatan Senyerang, kian menipis. Bertahun-tahun menunggu, normalisasi parit yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. Sementara itu, kondisi di lapangan makin memprihatinkan.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Parit yang seharusnya menjadi jalur aliran air justru berubah menjadi sumber masalah. Pendangkalan dan penyumbatan dibiarkan terjadi tanpa penanganan serius. Akibatnya, setiap hujan turun, air meluap tanpa ampun dan menggenangi permukiman warga.

β€œSudah lama kami mengajukan permohonan normalisasi parit ini, tapi sampai sekarang belum juga ada tindak lanjut,” tegas Ketua RT setempat, Alim, saat ditemui di lokasi, Rabu (25/3/2026).

Bukan tanpa alasan warga bersuara keras. Kondisi parit yang dangkal membuat aliran air tersendat. Begitu hujan deras mengguyur, genangan tak terhindarkan. Aktivitas warga terganggu, bahkan ancaman penyakit mulai menghantui.

Ironisnya, di tengah lambannya respon pemerintah, warga justru dipaksa bergerak sendiri. Dengan alat seadanya, mereka bergotong royong membersihkan parit. Namun upaya itu jelas tak cukup menghadapi persoalan yang sudah mengakar bertahun-tahun.

β€œKalau hanya dibersihkan biasa, tidak akan selesai. Ini butuh normalisasi total,” keluh salah satu warga.

Genangan air yang terus terjadi bukan hanya soal kenyamanan. Lebih dari itu, kondisi tersebut berpotensi menjadi sarang penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia yang rentan terdampak.

Warga pun mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan infrastruktur dasar. Sebab hingga kini, usulan yang sudah berulang kali disampaikan seolah hanya berakhir di meja tanpa realisasi.

Alim menegaskan, masyarakat tidak meminta hal muluk-muluk. Mereka hanya ingin hak dasar terpenuhiβ€”lingkungan yang aman dari banjir dan sehat untuk ditinggali.

Jika terus dibiarkan, kerusakan parit dikhawatirkan akan semakin parah. Bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi membengkakkan biaya perbaikan di masa depan.

Kini, harapan warga tertuju pada langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Mereka mendesak agar kondisi Parit Suak Patin segera ditinjau langsung dan masuk dalam prioritas pembangunan.

Satu pesan warga jelas: jangan tunggu kondisi makin rusak baru bergerak. Karena bagi mereka, masalah ini sudah terlalu lama dibiarkan.

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait