Warga Perumahan Sisi Bertuah Pertanyakan Legalitas dan Kepastian Kepemilikan Rumah

IMG 20260327 WA0064

NATUNA  | Go Indonesia.Id — Warga Perumahan Sisi Bertuah di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, mempertanyakan kejelasan legalitas serta kepastian status kepemilikan rumah yang telah mereka huni selama beberapa tahun terakhir.(27/3/26).

Perumahan tersebut diketahui dibangun pasca bencana longsor yang melanda Kecamatan Serasan pada tahun 2023 sebagai bagian dari upaya relokasi warga terdampak.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Salah satu warga, Indra, saat diwawancarai media pada Jumat (27/3/2026), mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada kejelasan terkait hak milik atas rumah yang mereka tempati.

Kami sudah lama tinggal di sini, tapi belum juga ada kepastian soal sertifikat hak milik. Harapan kami pemerintah daerah segera menyerahkan sertifikat tersebut kepada warga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Marni. Ia menyebut bahwa dirinya bersama warga lain telah menempati perumahan tersebut selama kurang lebih tiga tahun, namun belum mendapatkan kepastian hukum atas kepemilikan rumah.

Sudah tiga tahun kami tinggal di sini, tapi belum ada kejelasan. Dulu pernah disampaikan harus menunggu lima tahun baru bisa disurati. Kami jadi bertanya-tanya, kenapa harus menunggu selama itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pangkalan, Hendriyadi, menjelaskan bahwa total rumah di Perumahan Sisi Bertuah berjumlah sekitar 100 unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 unit telah ditempati secara aktif oleh warga.

Sebagian rumah sudah dihuni, sementara sisanya ada yang hanya sesekali ditempati, bahkan ada juga pemilik yang sudah pindah ke luar Pulau Serasan,” jelasnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian hukum, khususnya terkait penyerahan sertifikat hak milik bagi warga yang benar-benar menetap di perumahan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menjawab kepastian legalitas hunian pasca relokasi bencana tersebut.

Reporter: Baharullazi


Advertisement

Pos terkait