Perilaku Bebas di Kalangan Remaja SMA dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial

1 3066

Kontributor : Tasya Indri Rukmana, Riski Niko Wahyuni  ( SMA Negeri 3 Tebo )

TEBO | Go Indonesia.id_Perilaku bebas di kalangan remaja SMA merupakan fenomena sosial yang semakin meningkat seiring
dengan perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat modern. Remaja sebagai generasi
muda berada pada fase pencarian jati diri yang rentan terhadap pengaruh lingkungan ,baik positif maupun
negatif. Arikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengertian perilaku bebas, faktor penyebab,
bentuk-bentuk perilaku bebas, dampak terhadap kehidupan sosial, serta upaya pencegahannya. Metode
yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai sumber ilmiah dan buku psikologi perkembangan. Hasil
kajian menunjukan bahwa perilaku bebas dapat berdampak negatif terhadap hubungan sosial, kesehatan
mental, serta prestasi akademik remaja. Oleh karena itu , diperlukan peran aktif dari keluarga, sekolah, dan
masyarakat dalam membimbing remaja agar mampu berperilaku sesuai norma yang berlaku.
Kata kunci : Perilaku bebas, remaja SMA, kehidupan sosial, lingkungan, pendidikan karakter

Bacaan Lainnya

Advertisement

I. PENDAHULUAN
Masa remaja merupakan tahap
perkembangan yang sangat penting dalam
kehidupan manusia karena pada fase ini individu
mengalami perubahan besar baik secara fisik,
emosional, maupun sosial [1]. Remaja SMA
berada pada rentang usia yang penuh dengan
dinamika, di mana mereka mulai membentuk
identitas diri serta berusaha memperoleh
pengakuan dari lingkungan sekitarnya [2].
Pada masa ini, remaja memiliki rasa ingin
tahu yang tinggi dan cenderung mencoba hal-hal
baru, termasuk perilaku yang belum tentu sesuai
dengan norma sosial [3]. Jika tidak diimbangi
dengan kontrol diri dan bimbingan yang tepat,
maka remaja berpotensi terjerumus ke dalam
perilaku bebas yang dapat merugikan dirinya
sendiri maupun orang lain.
Perkembangan teknologi informasi,
khususnya media sosial, telah memberikan
dampak besar terhadap pola perilaku remaja.
Akses informasi yang tidak terbatas dapat
mempengaruhi pola pikir dan gaya hidup remaja,
sehingga mereka lebih mudah terpapar pada
perilaku yang menyimpang [4].
Perilaku bebas yang tidak terkendali dapat
berdampak negatif terhadap kehidupan sosial
remaja, seperti menurunnya kualitas hubungan
dengan keluarga, konflik dengan teman sebaya,
serta terganggunya proses pendidikan [2]. Oleh
karena itu, penting untuk mengkaji fenomena ini
secara lebih mendalam.

II. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan perilaku bebas
di kalangan remaja SMA?
2. Apa saja faktor penyebab perilaku bebas?
3. Apa saja bentuk-bentuk perilaku bebas?
4. Bagaimana dampak perilaku bebas terhadap
kehidupan sosial?
5. Menjelaskan upaya pencegahannya?
III. TUJUAN MASALAH

1. Menjelaskan pengertian perilaku bebas
2. Mengidentifikasi faktor penyebab
3. Mendeskripsikanbentukperilakubebas
4. Menganalisisdampakterhadapkehidupansosial
5. Menjelaskanupayapencegahan
IV. PEMBAHASAN

1. Pengertian Perilaku Bebas
Perilaku bebas adalah tindakan individu
yang dilakukan tanpa mempertimbangkan norma,
nilai, dan aturan yang berlaku dalam masyarakat
[3]. Dalam konteks remaja SMA, perilaku bebas
sering muncul sebagai bentuk ekspesi diri yang
tidak terkendali akibat kurang pemahaman
terhadap batasan sosial . Perilaku ini tidak selalu
muncul secara tiba-tiba melainkan berkembang
secara bertahap akibat interaksi antara faktor
internal dan eksternal [2]. Oleh karena itu, penting
memahami perilaku bebas sebagai fenomena
yang kompleks.
2. Faktor Penyebab Perilaku Bebas
Faktor internal merupakan faktor yang
berasal dari dalam diri remaja,seperti kondisi
emosi yang belum stabil, rasa ingin tahu yang
tinggi, serta keinginan untuk mendapatkan
pengakuan dari lingkungan [1].
Faktor eksternal meliputi lingkungan
keluarga, teman sebaya, dan masyarakat
kurangnya perhatian dan pengawasan dari orang
tua dapat menyebabkan remaja mencari perhatian
di luar rumah, yang terkadang berujung pada
perilaku bebas [3].
Pengaruh teman sebaya juga sangat kuat
dalam membentuk perilaku remaja. Remaja
cenderung mengikuti kelompoknya agar
diterima,meskipun perilaku tersebut tidak sesuai
dengan norma [2].

Selain itu ,perkembangan teknologi dan
media sosial menjadi faktor yang sangat
berpengaruh.paparan konten negatif dapat
memengaruhi pola pikir dan perilaku remaja jika
tidak disertai dengan literasi digital yang baik
[4].
3. Bentuk- bentuk Perilaku Bebas
Perilaku bebas di kalangan remaja dapat
muncul dalam berbagai bentuk, seperti pergaulan
yang tidak sehat, penggunan media sosial secara
berlebihan,serta kurangnya kontrol terhadap diri
sendiri [3]. Selain itu, perilaku seperti membolos
sekolah, melanggar aturan, dan tidak
menghormati norma sosial juga termasuk dalam
kategori perilaku bebas [2].
Bentuk lainnya adalah penggunaan
Bahasa yang tidak sopan serta kurangnya etika
dalam berinteraksi, baik secara langsung
maupun melalui media sosial [4].
4. Dampak Perilaku Bebas Terhadap
Kehidupan Sosial
Perilaku bebas dapat berdampak pada
hubungan remaja dengan keluarga.kurangnya
komunikasi dan meningkatkan konflik dapat
menyebabkan hubungan menjadi tidak harmonis
[1]. Dalam lingkungan pertemanan, perilaku
bebas dapat menimbulkan konflik perpecahan,
serta hilanganya kepercayaan dari teman sebaya
[3].
Selain itu, perilaku bebas juga dapat
berdampak pada kehidupan sosial yang lebih
luas ,seperti menurunnya citra diri remaja di
masyarakat [2]. Dampak lainya adalah
terganggunya proses pendidikan, yang dapat
memengaruhi masa depan remaja [4].
5. Upaya Pencegahan Peilaku Bebas
Pencegahan perilaku bebas dapat
dilakukan melalui pendidikan karakter yang
menanamkan nilai moral dan etika sejak dini [5].
Peran keluarga sangat penting dalam
membentuk kepribadian remaja melalui
komunikasi yang baik dan pengawasan yang
konsisten [2]. Sekolah juga memiliki peran
strategis dalam memberikan pendidikan yang
tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga
pembentukan karakter [1].
Selain itu, remaja perlu diarahkan untuk
mengikuti kegiatan positif seperti oalahraga,
organisasi, dan kegiatan sosial agar terhindar dari
perilaku negative [4].

V. KESIMPULAN
Perilaku bebas di kalangan remaja SMA
merupakan fenomena yang dipengaruhi oleh
berbagai faktor, baik dari dalam diri maupun
lingkungan sekitar. Perilaku ini dapat
memberikan damopak negatife terhadap
kehidupan sosial, hubungan keluarga, serta masa
depan remaja. Oleh karena itu, diperlukan kerja
sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat
dalam membimbing remaja agar mampu
mengontrol diri dan berperilaku sesuai dengan
norma yang berlaku.

VI. SARAN
Kesadaran diri dan memiliki lingkungan pergaulan
yang pisutif agar terhindar dari perilaku bebas
(Hurlock, 2011). Orang tua dan guru juga perlu
memeberikan perhatian, bimbingan, serta
pengawasan yang konsisten untuk membantu
perkembangan remaja menjadi lebih baik.
UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih sebesarsebesarnya kepada Ibu guru yang telah memberikan
bimbingan, arahan, dan motivasi dalam
penyusunan artikel ini. Berkat dukungan dan ilmu
yang diberikan, penulis dapat menyelesaikan
artikel ini dengan baik.
Penulis juga mengucapkan terima kasih atas
kesabarn dan perhantian yang telah diberikan
selama proses pembelajaran, sehingga penulis
dapat memahami materi dengan lebih baik.
Semoga ilmu yang telah diberikan dapat
bermanfaat dan menjadi bekal di masa depan .

DAFTAR PUSTAKA
[1] Hurlock, E.B. (2011). Psikologi
Perkembangan.Jakarta: Erlangga.
[2] Santrock,J. W. (2012). Life-span
development. Jalarta: Erlangga.
[3] Gunarsa, S.D. (2008). Psikologi Remaja.
Jakarta: BPK Gunung Mulia.
[4] World Health Organization (WHO). (2021).
Adolescent Health.
[5] Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia. (2020). Pendidikan.

Editor : Go Indonesia.id


Advertisement