Usung Tema School Leadership Ecosystem, Sekolah Guru Indonesia Angkatan 52 Resmi Dibuka di Kabupaten Rembang

a 33

REMBANG | Go Indonrsia.id – Dalam upaya membangun lingkungan pendidikan yang kolaboratif dan berdaya saing, program Sekolah Guru Indonesia (SGI) Angkatan 52 secara resmi dibuka di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, pada hari Minggu (19/4/2026) di MI Ishlahiyah Leran.

Pada kesempatan kali ini, SGI membawa tema besar “School Leadership Ecosystem” (Ekosistem Kepemimpinan Sekolah) sebuah inisiatif yang ditujukan untuk mencetak pendidik yang tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga mampu menggerakkan elemen-elemen di lingkungan sekitar sekolah.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Kegiatan pembukaan program SGI 52 Kabupaten Rembang dihadiri oleh puluhan pendidik terpilih dari berbagai kecamatan di Kabupaten Rembang, perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang, serta tim fasilitator dari Sekolah Guru Indonesia.

Dalam sambutannya, Sumardi selaku Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi. Penmad) Kemenag Rembang menyambut baik program yang diusung oleh Sekolah Guru Indonesia di Kabupaten Rembang tahun 2026.

“Pendidikan yang berkualitas lahir dari ekosistem yang sehat. Konsep School Leadership Ecosystem ini sangat relevan karena menyadarkan kita bahwa peningkatan mutu sekolah adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap para guru peserta SGI Angkatan 52 dapat menjadi motor penggerak yang mensinergikan guru, kepala madrasah/sekolah, murid, dan orang tua di Kabupaten Rembang,” ungkapnya.

Selama program berlangsung, kurikulum program pelatihan SGI 52 akan difokuskan pada pembentukan ekosistem kepemimpinan holistik, yang mengacu pada pilar kepemimpinan guru, kepemimpinan murid, dan pembelajaran berbasis ADAB Project.

Lebih lanjut, Eqtafa Berrasul Muhammad Fasilitator SGI Kabupaten Rembang, menerangkan bahwa program Sekolah Guru Indonesia Angkatan 52 merupakan program pertama SGI di Provinsi Jawa Tengah yang dirancang untuk merespons tantangan pendidikan yang semakin kompleks.

“Pemimpin pembelajaran tidak bisa bergerak sendirian. Melalui program ini, kita ingin membangun sebuah ekosistem kepemimpinan di mana setiap elemen saling mendukung. Guru yang berdaya akan menciptakan ruang kelas yang hidup, dan sekolah/madrasah yang kolaboratif akan melahirkan generasi yang siap menghadapi masa depan,” ungkapnya.

Himmatul Ulyah salah satu peserta program SGI 52 dari SD Negeri 3 Woro menambahkan. Ia sangat berharap Sekolah Guru Indonesia dapat menjadi wadah upgrading skill untuk guru secara berkelanjutan.

“Program SGI 52 ini kan hanya tahun ini ya, sampai akhir tahun. Saya berharap pasca program kegiatan-kegiatan seperti tetap ada untuk menjadi forum guru belajar dan berbagi,” imbuhnya.

Melalui program School Leadership Ecosystem yang berlangsung mulai April hingga Desember 2026 di Kabupaten Rembang, para SGI 52 nantinya diharapkan tidak sekadar kembali ke sekolah sebagai guru yang lebih baik, melainkan sebagai katalisator perubahan yang mampu menghidupkan ekosistem kepemimpinan di wilayahnya masing-masing.*

Oleh: Eqtafa


Advertisement