Wujudkan Tali Kasih, PBMM Badung Dorong Penyatuan Pemahaman Sastra dan Jati Diri Warih Bandesa Manik Mas

IMG 20260429 WA0043

MANGUPURA | Go Indonesia.Id – Sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas pengabdian para pemangku/pinandita, Pengurus Kabupaten Pratisentana Bandesa Manik Mas (PBMM) Badung memberikan perhatian “Tali Kasih” kepada 100 orang Pemangku dan Pinandita se-Kabupaten Badung yang hadir dalam gelaran Lokasabha VI PBMM Badung di Puspem Badung.(28/4/26).

​Ketua PBMM Badung terpilih, Jro Gede Komang Widiarta, ST (yang akrab disapa Jro Widhi), menegaskan bahwa pemberian tali kasih ini adalah hanya sebagai simbol apresiasi, namun yang lebih utama adalah bagaimana melibatkan para pemangku dalam pemuatan jati diri sebagai warih (keturunan) Bandesa Manik Mas.

Bacaan Lainnya

Advertisement

​Pentingnya Memahami Warisan Leluhur
​Jro Widhi menyoroti pentingnya para pemangku/Pinandita memahami pakem dan kepemilikan khas yang diwariskan oleh leluhur Bandesa Manik Mas.

Hal ini bertujuan agar saat melayani semeton dalam upacara Panca Yadnya (Manusa, Pitra, maupun Dewa Yadnya), para pemangku memiliki landasan yang kuat.

​”Kita memiliki warisan leluhur yang sangat spesifik, mulai dari Puja Mantra, Kajang Kawitan, hingga penggunaan sarana suci lainnya.

Kita juga di warisi yang namanya Siwer Mas, Canting Mas, dan Sulambang Geni.

Hal-hal ini harus kita pahami lebih secara mendalam agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Jro Widhi.
​Rencana Diklat Singkat dan Sinkronisasi Pusat

​Guna merealisasikan hal tersebut, Jro Widhi menyatakan akan segera mengadakan Diklat Singkat bagi para pemangku yang ingin memperdalam pengetahuan teknis maupun filosofis terkait kepemilikan tersebut.

Namun, beliau menekankan bahwa langkah ini harus selaras dengan kebijakan PBMM Pusat.

​”Kami sangat berharap inisiasi ini dimulai dari Pusat. Sinkronisasi vertikal dari atas ke bawah sangat krusial agar tidak terjadi perbedaan pemahaman di tingkat bawah yang berpotensi memicu konflik antar-semeton,” tambahnya.

​Dorong Pembentukan Tim Khusus (Timsus)
​Lebih lanjut, Jro Widhi mendorong Sabha Pinandita di tingkat Pusat untuk bergerak cepat dengan membentuk Tim Khusus (Timsus).

Tim ini diharapkan diisi oleh individu yang memiliki kemampuan dan kesanggupan untuk menyusun standarisasi materi yang nantinya dibedah dan diputuskan untuk disosialisasikan ke seluruh Nusantara.

​”Timsus ini nantinya harus bekerja secara terukur dan hasilnya dikukuhkan melalui Surat Keputusan (SK) Pengurus Pusat. Dengan begitu, tidak ada lagi klaim personal bahwa versinya yang paling benar.

Kita butuh satu garis pemahaman demi keajegan dan keharmonisan pasemetonan Bandesa Manik Mas,” pungkas Jro Widhi. (JW)

Reporter: Kadek Ariawan


Advertisement

Pos terkait