TABANAN | Go Indonesia.Id _Warga Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah tersebut, khususnya di kawasan pinggiran timur desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Badung.
Kondisi jalan yang berlubang dan rusak dinilai mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, kerusakan juga berdampak terhadap kelancaran distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga.
Masyarakat menilai jalan desa memiliki peran penting sebagai akses utama penunjang perekonomian. Karena itu, perbaikan infrastruktur dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar mobilitas warga kembali lancar dan aman.
Salah satu warga yang menyampaikan aspirasi tersebut adalah I Made Alit Ardika, advokat senior asal Desa Cau Belayu. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tabanan dapat turun langsung melihat kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
βJalan desa bukan sekadar akses lewat, tetapi urat nadi ekonomi masyarakat. Ketika rusak, dampaknya langsung dirasakan warga, mulai dari distribusi hasil pertanian hingga keselamatan pengguna jalan,β ujar Ardika, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya,masyarakat selama ini tetap memenuhi kewajiban membayar pajak dan mendukung pembangunan daerah. Karena itu, warga berharap pemerintah juga hadir memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya infrastruktur jalan.
Disisi lain, Pemerintah Kabupaten Tabanan sebenarnya telah mengalokasikan anggaran Rp26,3 miliar untuk mempercepat penanganan jalan rusak pada 2026. Dana tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung, BKK Kota Denpasar, serta APBD Tabanan.
Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gede Partana, sebelumnya menyebut percepatan pembenahan infrastruktur merupakan arahan langsung Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya. βPembenahan infrastruktur pada 2026 terus dikebut. Untuk penanganan jalan rusak sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp26,3 miliar,β ujarnya.
Berdasarkan data Pemkab Tabanan, total panjang jalan di Tabanan mencapai 871,998 kilometer. Dari jumlah tersebut, kondisi jalan mantap sudah mencapai 95,92 persen atau sepanjang 836,412 kilometer. Sementara jalan rusak berat tersisa sekitar 35,586 kilometer atau 4,08 persen.
Pemkab Tabanan menargetkan pemerataan kualitas infrastruktur jalan terus meningkat pada 2026, termasuk di wilayah-wilayah pinggiran yang menjadi akses penting masyarakat desa.
Reporter: Fira






