TANJUNGPINANG | Go Indonesia.idβ Tepat satu tahun sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Lis – Raja memasuki fase refleksi dan evaluasi.
Daeng Bahar, Mantan Sekretaris Tim Pemenangan Lis Raja, menegaskan bahwa tahun pertama pemerintahan ini adalah masa konsolidasi dan pembenahan fondasi, di tengah berbagai persoalan yang tidak ringan.
Menurut Daeng Bahar, awal kepemimpinan Lis Raja dihadapkan pada kompleksitas persoalan tata kelola pemerintahan, kualitas pelayanan publik, penataan dan kebersihan kota yang belum optimal, hingga tekanan fiskal daerah yang cukup berat.
Beban tunda bayar yang mencapai puluhan miliar rupiah, kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya transfer pusat, serta komposisi belanja pegawai yang cukup besar, menjadi tantangan serius yang menghambat ruang fiskal daerah untuk bergerak lebih leluasa dalam melaksanakan pembangunan.
Belum lagi persoalan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berdampak langsung pada kemampuan daerah dalam membiayai program-program strategis serta mempengaruhi denyut perekonomian lokal.
Kondisi tersebut menuntut langkah cepat, terukur dan penuh kehati-hatian agar stabilitas keuangan daerah tetap terjaga. Namun di tengah berbagai keterbatasan itu, Lis – Raja tetap berupaya menyisir dan mengurai persoalan satu per satu dengan memaksimalkan seluruh potensi dan kemampuan yang dimiliki daerah.
Penataan birokrasi menjadi langkah awal, diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, penataan dan kebersihan kota, serta optimalisasi PAD sebagai prioritas utama pada tahun pertama pemerintahan.
Hasilnya mulai terlihat. Kota yang sebelumnya dinilai kurang tertata, secara bertahap dibenahi. Tunda bayar warisan sebelumnya diselesaikan secara perlahan dan terukur agar tidak mengganggu stabilitas APBD.
Belanja pegawai mulai ditekan dan dikendalikan untuk menciptakan ruang fiskal yang lebih sehat, terlebih dengan ketentuan bahwa pada tahun 2027 belanja pegawai tidak boleh melebihi 30 persen dari total APBD.
Dalam hal pendapatan daerah, capaian yang diraih patut diapresiasi. Jika pada periode 2019β2024 realisasi PAD Kota Tanjungpinang tidak pernah menembus angka Rp200 miliar, maka pada tahun 2025 realisasi PAD telah melampaui Rp200 miliar.
Meski demikian, masih terdapat berbagai potensi kebocoran yang harus segera dibenahi melalui penguatan sistem, pengawasan, dan digitalisasi layanan pendapatan agar lebih transparan dan akuntabel.
Di sisi lain, komitmen terhadap janji politik tetap dijalankan meski dalam keterbatasan anggaran. Program seragam sekolah gratis dan LKS gratis tetap direalisasikan sejak tahun 2025 dan berlanjut hingga 2026.
Berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat juga disiasati melalui optimalisasi dana CSR dan kolaborasi dengan berbagai pihak, guna menutup keterbatasan ruang fiskal tanpa mengorbankan kepentingan publik.
Daeng Bahar menegaskan bahwa tahun 2026 merupakan awal pelaksanaan RPJMD secara lebih terstruktur, dengan fokus utama membangun fondasi tata kelola, keuangan daerah dan sistem birokrasi yang kuat sebagai prasyarat pembangunan jangka menengah yang berkelanjutan.
Pembangunan yang kokoh tidak bisa berdiri tanpa pondasi yang sehat, dan tahun pertama ini adalah fase penting untuk memastikan arah pembangunan berada pada jalur yang tepat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menilai kepemimpinan Lis Raja secara objektif dan proporsional. Satu tahun pertama adalah masa konsolidasi dan pembenahan, bukan sekadar masa pencitraan. Evaluasi tentu diperlukan, namun harus disertai dengan pemahaman terhadap kondisi riil yang dihadapi daerah.
βPemerintahan ini tidak anti kritik. Namun mari kita bersikap adil dan melihat proses yang sedang berjalan. Fondasi sedang dibangun. Insya Allah, dengan dukungan dan doa seluruh masyarakat Tanjungpinang, hasilnya akan semakin nyata pada tahun-tahun berikutnya,β ujar Daeng Bahar.
Dukungan, partisipasi, serta pengawasan masyarakat menjadi energi penting bagi keberlanjutan pembangunan. Dengan semangat kolaborasi dan kerja bersama, diharapkan Kota Tanjungpinang dapat terus berbenah, memperkuat kemandirian fiskal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Reporter JEBAT







