Afri Dasman Kadis PUPR Tanjab Barat Terkesan Menjengkali Wartawan Saat di Konfirmasi

TANJAB BARAT | Go Indonesia.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi Apri Dasman, ST terkesan menjengkali wartawan saat di konfirmasi terkait Proyek peningkatan struktur jalan beton KM. 3 menuju KM. 4 Kecamatan Tebing Tinggi.

Prihal ini terjadi saat Kadis PUPR, pada Rabu, 19 Juni 2024 turun kelapangan. Mendapatkan Informasi kedatangan Kadis PUPR, awak media ini langsung menuju lokasi guna menemui beliau untuk konfirmasi terkait pemberitaan Goindnesia.id sebelumnya, dengan judul Peningkatan Struktur Jalan Beton KM 3 – KM 4 Kecamatan Tebing Tinggi belum usai sudah mengalami Keretakan.

Sesampainya awak media di lokasi, nampak jelas terparkir Mobil Dinas jenis kijang Innova dengan Nomor Polisi BH 1055 E, tepatnya di seberang jalan depan rumah makan santai indah, saat dihubungi melalui ponselnya Afri Dasman menjawab lagi di jalan menuju Tebing Tinggi padahal sudah jelas beliau berada dirumah makan santai indah tersebut.

Tidak berselang lama Afri Dasman keluar dari rumah makan bersama Dua orang menuju Mobil Dinas, saat itu juga awak media ini menghampiri Beliau langsung konfirmasi terkait spesifikasi pekerjaan, “speknya memang begitu” jawabnya, saat di konfirmasi terkait keretakan Beliau tidak menjawab dan di konfirmasi ulang malah Beliau menjawab “terkait apa..??. Terkait Uang Rokok, kami mau pulang nanti macet pula jalan disini,” jawabnya langsung naik ke Mobil pergi begitu saja.

Sikap seorang Kepala Dinas tidak semestinya begitu seakan-akan tidak memiliki etika seorang pemimpin, hal ini jelas sudah mencoreng nama baik Pemerintahan Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan mengganggap Wartawan cukup di kasih Uang Rokok akan bungkam.

Menurut pendapat warga sekitar bahwa Peningkatan Struktur Jalan Beton ini tidak akan tahan karena tidak memiliki tulang Besi yang cukup, apalagi di lewati Mobil Logging yang tonasenya 40 Ton sampai 60 Ton.

“kalau melihat kondisinya tidak akan tahan Bang di lewati Mobil Logging yang tonasenya 40 Ton sampai 60 Ton, lihat aja belum di lewati saja sudah banyak yang retak,” kata warga yang tidak mau di publikasikan namanya di media ini.

Saat berita ini terbit, sebelumnya kepala tukang juga dikonfirmasi terkait tidak dipakainya vibrator beton Alat yang digunakan pada pekerjaan konstruksi pada saat pengecoran, alat ini berfungsi memadatkan adonan Beton “Alatnya ada pak cuma kami tidak memakainya,” kata kepala tukang pada awak media ini dan beberapa rekanan Wartawan lain, dalam arti alat tersebut cuma sekedar pajangan yang tidak digunakan.(Tim)

*Dewan Redaksi*


Advertisement

Pos terkait