PEMATANGSIANTAR | Go Indonesia.id — Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda MERDEKA, yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Merdeka untuk Rakyat (GMM-UR) dan Ikatan Pemuda Merdeka, di depan Kantor Polres Pematangsiantar, Sabtu (3/10/2026), sempat memanas.
Aksi yang pada awalnya berlangsung dengan penyampaian orasi dan membawa sejumlah poster serta tulisan aspirasi di atas karton tersebut kemudian berubah menjadi ketegangan setelah massa menunggu kehadiran Kapolres Pematangsiantar AKBP Dhana Noer Kurniawan.
Dalam orasinya, massa meminta jajaran Polres Pematangsiantar menjalankan penegakan hukum secara profesional dan tidak membeda-bedakan masyarakat berdasarkan latar belakang.
“Kami meminta Bapak AKBP Dhana Noer Kurniawan sebagai Kapolres Pematangsiantar agar tegas menegakkan hukum yang berlaku di Kota Pematangsiantar, baik kepada masyarakat sipil, anak pejabat, maupun oknum-oknum yang melanggar hukum. Tidak boleh ada pandang bulu dalam menegakkan keadilan,” ujar Afriwan, kader GMM-UR, dalam aksi tersebut.
Selain persoalan penegakan hukum, massa juga menyampaikan perhatian terhadap keberadaan sejumlah ikon Kota Pematangsiantar, termasuk Tugu BSA dan Tugu Raja Sangnawaluh.
Soroti Sejumlah Persoalan
Dalam penyampaian aspirasi, massa aksi turut menyinggung sejumlah persoalan yang menurut mereka perlu mendapat perhatian aparat penegak hukum.
Beberapa isu yang disuarakan antara lain dugaan penipuan terhadap mahasiswa yang dikaitkan dengan Dekan Fakultas Teknik Universitas Simalungun (USI), dugaan pelecehan terhadap seorang anak berusia tiga tahun yang disebut berkaitan dengan seseorang berinisial S.Hutasoit, serta maraknya praktik judi online di tengah masyarakat Kota Pematangsiantar.
Namun, sejumlah tudingan tersebut merupakan materi aspirasi dan pernyataan peserta aksi. Kebenaran setiap dugaan tersebut tetap memerlukan verifikasi serta penjelasan dari pihak-pihak yang disebut maupun aparat penegak hukum.
Massa Terobos Masuk Polres
Ketegangan mencapai puncaknya sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah menunggu selama beberapa jam dan merasa tidak memperoleh kepastian terkait kehadiran Kapolres, massa kemudian bergerak masuk ke lingkungan Kantor Polres Pematangsiantar.
Pimpinan aksi, Riduan Purba, disebut membawa massa menerobos masuk ke dalam kantor Polres. Massa menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk mempertanyakan keberadaan Kapolres sekaligus memastikan secara langsung apakah Kapolres berada di tempat atau tidak.
Situasi tersebut menjadi bagian paling tegang dalam rangkaian aksi yang sebelumnya berlangsung dengan penyampaian aspirasi secara terbuka.
Aksi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda MERDEKA tersebut pada intinya meminta aparat kepolisian memberikan perhatian terhadap sejumlah persoalan hukum yang mereka soroti serta memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional dan berkeadilan.
Hingga berita ini ditulis, keterangan resmi dari Polres Pematangsiantar terkait aksi tersebut, termasuk respons terhadap tuntutan massa dan situasi saat massa memasuki kantor kepolisian, belum dimuat dalam laporan ini. Konfirmasi dari pihak kepolisian diperlukan untuk memberikan gambaran yang berimbang mengenai rangkaian peristiwa tersebut.
Henry/Jurnalis Go Indonesia







