Bangunan Pelindung Tebing di Sungai Batang Merao Ambrol, Diduga Akibat Pekerjaan Asal Jadi oleh BWSDA Sumatera VI Jambi

IMG 20250520 WA0044

KERINCI | Go Indonesia.id – Proyek pembangunan pelindung tebing (bronjong) di Sungai Batang Merao, Kabupaten Kerinci, dilaporkan ambrol akibat pekerjaan yang diduga dikerjakan secara asal-asalan oleh pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSDA) Jambi, khususnya Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP).

Kejadian ini memicu kemarahan dan kekecewaan masyarakat setempat. Pasalnya, ambrolnya struktur tersebut bukan disebabkan oleh bencana alam, melainkan akibat lemahnya pelaksanaan teknis di lapangan.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Menurut informasi yang diterima, pekerjaan galian pondasi bangunan pelindung tebing tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Akibatnya, kekuatan dasar bronjong menjadi lemah dan gagal menahan tekanan arus Sungai.

“Jangan jadikan alam sebagai kambing hitam. Kalau kerja asal jadi, jangan salahkan alam kalau akhirnya ambrol. Ini bukan bencana, ini kelalaian teknis!” ujar salah satu warga dengan nada kesal.

Ironisnya, pihak pelaksana proyek diduga mencoba mengelak dari tanggung jawab dengan menyebut kejadian tersebut sebagai bencana alam. Padahal, indikasi kelalaian teknis sangat jelas terlihat di lapangan.

Dengan kondisi ini, masyarakat mendesak Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR RI untuk turun langsung ke lokasi dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BWSDA Sumatera VI Jambi.

“Jangan tunggu korban jiwa baru bertindak. Bangunan ini untuk keselamatan warga, bukan proyek coba-coba!” tambah warga lainnya.

Masyarakat Kerinci berharap agar kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat, mengingat proyek infrastruktur pengendali banjir dan erosi Sungai harus dikerjakan sesuai kaidah teknis yang benar, demi keselamatan dan kepentingan rakyat.(*)

*Redaksi*


Advertisement

Pos terkait