TEBO | GO Indonesia.Id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tebo semalam memicu banjir di sejumlah perkampungan. Air yang meluap tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga memukul aktivitas ekonomi masyarakat kecil.
Salah satu warga, Ahmad, seorang tokoh masyarakat yang sehari-hari mencari nafkah sebagai pedagang kaki lima atau yang biasa disebut pedagang babelok di pasar kalangan, mengaku tidak bisa lagi berjualan akibat banjir yang melanda beberapa wilayah.
โBanjir di mana-mana, kami yang biasa berjualan keliling pasar kalangan jadi tidak bisa bekerja,โ ujar Ahmad kepada media ini.
Menurut Ahmad, banjir yang terjadi tidak semata-mata disebabkan oleh curah hujan tinggi. Ia menilai ada faktor lain yang memperparah kondisi tersebut, yakni pendangkalan Sungai Batanghari akibat aktivitas tambang emas ilegal.
โSelain hujan, dampak lain sebenarnya lebih parah. Sungai Batanghari sekarang banyak mengalami pendangkalan, tumpukan pasir dan batu di tengah sungai karena kegiatan tambang emas ilegal. Akibatnya tempat penampungan debit air tidak lagi maksimal sehingga air meluap ke mana-mana,โ jelasnya.
Ironisnya, beberapa pekan sebelumnya Dinas Perhubungan Provinsi Jambi telah mengeluarkan surat pemberitahuan yang melarang segala bentuk aktivitas di sepanjang aliran Sungai Batanghari karena dinilai dapat mengganggu jalur transportasi air.
Namun di lapangan, aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) justru disebut semakin menjamur, khususnya di wilayah Kabupaten Tebo yang dilintasi Sungai Batanghari.
Pengamat lingkungan di Kabupaten Tebo, berinisial MHD, S.Sos, menilai dampak buruk dari aktivitas PETI sudah sangat jelas terlihat.
โSemua kita tahu dampak buruk dari kegiatan PETI ini. Tapi yang membuat kita heran, para penegak hukum maupun pihak keamanan seolah tutup mata. Ini yang kadang membuat saya bingung,โ tegasnya.
Sementara itu, upaya media ini untuk meminta tanggapan dari dinas dan instansi terkait belum membuahkan hasil. Beberapa nomor pejabat yang dihubungi melalui telepon seluler tidak memberikan respons hingga berita ini diterbitkan.
Hingga saat ini, kondisi banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Tebo dilaporkan masih belum menunjukkan tanda-tanda surut. Warga diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi meningkatnya debit air.
REDAKSI






