πππππ π ππ° ππ―π₯π°π―π¦π΄πͺπ’.ππ₯ – Batik khas Kabupaten Tanjung Jabung Timur kembali menunjukkan eksistensinya di tingkat provinsi. Pada ajang Malam Apresiasi dan Pergelaran Busana Batik Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, Sabtu (17/1), di Anjungan Provinsi Jambi Taman Mini Melayu Jambi, batik Tanjab Timur tampil memukau dan mencuri perhatian.
Keistimewaan penampilan kali ini terlihat saat Bupati Tanjung Jabung Timur, Dillah Hikmah Sari, turun langsung memperagakan busana batik daerah. Didampingi putranya, M. Chico Fulvian Hich, keduanya tampil anggun dan serasi di atas panggung peragaan busana.
Bupati Dillah mengenakan batik rancangan Perancang Busana Jambi, Bima Zikwan, dengan judul βNayaka Negeriβ bermotifkan Resam. Busana tersebut menambah kesan elegan sekaligus mempertegas kharisma sosok Puti Betuah. Sementara sang putra tampil tampan dengan balutan batik bermotif pohon pedade dan ikan Toman yang dikemas dalam model outer, selaras mendampingi sang bunda.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah, Kepala Badan Keuangan Daerah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, beserta istri. Mereka mengenakan batik khas Tanjung Jabung Timur yang selama ini digunakan sebagai seragam Batik ASN Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Penggunaan batik sebagai pakaian dinas ASN yang dikenakan setiap hari Rabu dan pada momen tertentu ini merupakan terobosan Bupati Tanjab Timur dalam rangka promosi serta peningkatan kualitas UMKM, khususnya para pengrajin batik lokal.
Gubernur Jambi, Al Haris, dalam sambutannya saat membuka acara, menyampaikan apresiasi atas pesatnya perkembangan batik lokal di Provinsi Jambi. Ia menyebut, saat ini lebih dari 80 persen masyarakat Jambi telah menggunakan batik lokal dalam berbagai acara, termasuk hajatan dan kegiatan resmi.
Menurut Al Haris, para perancang busana Jambi memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan perancang nasional, bahkan beberapa karya mereka telah menembus pasar internasional. Meski demikian, ia mengingatkan agar setiap rancangan tetap menjunjung adat istiadat, kearifan lokal, tata krama, serta tidak bertentangan dengan norma agama.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Tanjung Jabung Timur menegaskan komitmennya untuk terus memajukan batik daerah, baik dari sisi kualitas produk maupun kesejahteraan para pengrajin, sejalan dengan Visi MERATA, Membangun bersama Rakyat untuk bahagia dan sejahtera.
βKami berharap seluruh stakeholder dapat ikut membantu memajukan dan mempromosikan batik khas Tanjung Jabung Timur hingga ke tingkat nasional bahkan internasional,β ujar Bupati Dillah.
ππ³πΈπ’π―π₯πͺ
ππ’π£πͺπ³π°Apresiasi Batik Se-Provinsi Jambi
πππππ π ππ° ππ―π₯π°π―π¦π΄πͺπ’.ππ₯ – Batik khas Kabupaten Tanjung Jabung Timur kembali menunjukkan eksistensinya di tingkat provinsi. Pada ajang Malam Apresiasi dan Pergelaran Busana Batik Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, Sabtu (17/1), di Anjungan Provinsi Jambi Taman Mini Melayu Jambi, batik Tanjab Timur tampil memukau dan mencuri perhatian.
Keistimewaan penampilan kali ini terlihat saat Bupati Tanjung Jabung Timur, Dillah Hikmah Sari, turun langsung memperagakan busana batik daerah. Didampingi putranya, M. Chico Fulvian Hich, keduanya tampil anggun dan serasi di atas panggung peragaan busana.
Bupati Dillah mengenakan batik rancangan Perancang Busana Jambi, Bima Zikwan, dengan judul βNayaka Negeriβ bermotifkan Resam. Busana tersebut menambah kesan elegan sekaligus mempertegas kharisma sosok Puti Betuah. Sementara sang putra tampil tampan dengan balutan batik bermotif pohon pedade dan ikan Toman yang dikemas dalam model outer, selaras mendampingi sang bunda.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah, Kepala Badan Keuangan Daerah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, beserta istri. Mereka mengenakan batik khas Tanjung Jabung Timur yang selama ini digunakan sebagai seragam Batik ASN Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Penggunaan batik sebagai pakaian dinas ASN yang dikenakan setiap hari Rabu dan pada momen tertentu ini merupakan terobosan Bupati Tanjab Timur dalam rangka promosi serta peningkatan kualitas UMKM, khususnya para pengrajin batik lokal.
Gubernur Jambi, Al Haris, dalam sambutannya saat membuka acara, menyampaikan apresiasi atas pesatnya perkembangan batik lokal di Provinsi Jambi. Ia menyebut, saat ini lebih dari 80 persen masyarakat Jambi telah menggunakan batik lokal dalam berbagai acara, termasuk hajatan dan kegiatan resmi.
Menurut Al Haris, para perancang busana Jambi memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan perancang nasional, bahkan beberapa karya mereka telah menembus pasar internasional. Meski demikian, ia mengingatkan agar setiap rancangan tetap menjunjung adat istiadat, kearifan lokal, tata krama, serta tidak bertentangan dengan norma agama.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Tanjung Jabung Timur menegaskan komitmennya untuk terus memajukan batik daerah, baik dari sisi kualitas produk maupun kesejahteraan para pengrajin, sejalan dengan Visi MERATA, Membangun bersama Rakyat untuk bahagia dan sejahtera.
βKami berharap seluruh stakeholder dapat ikut membantu memajukan dan mempromosikan batik khas Tanjung Jabung Timur hingga ke tingkat nasional bahkan internasional,β ujar Bupati Dillah.
ππ³πΈπ’π―π₯πͺ
ππ’π£πͺπ³π°







