Dari Buruh Tani Hingga Garda Depan Kesehatan: Kisah Inspiratif Mayor Saimah, Kowad Penerobos Batas”

e99d02c942524303923b95b635b39e04

BANYUWANGI | Go Indonesia.id– Di balik seragam Tentara Nasional Indonesia (TNI), tersimpan kisah inspiratif seorang wanita kelahiran Banyuwangi yang berhasil menembus berbagai rintangan dan menjadi garda depan kesehatan masyarakat. Mayor Chb (K) Saimah, seorang Kowad (Korps Wanita Angkatan Darat), membuktikan bahwa latar belakang keluarga sederhana bukanlah penghalang untuk meraih mimpi dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Lahir pada 8 Juli 1973, Saimah tumbuh dalam keluarga buruh tani di pelosok Banyuwangi. Mimpi untuk mengubah nasib membawanya mengikuti pendidikan Secaba PK pada tahun 1995. Semangatnya terus membara hingga ia berhasil menyelesaikan Secapa Reg pada tahun 2007 dan meraih penghargaan sebagai Siswa Terbaik 1.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Advertisement

Perjalanan karier Saimah membawanya melanglang buana. Ia pernah bertugas sebagai Pramugari Haji bersama PT Garuda Indonesia, menjadi Tim Komunikasi Radio Haris di Amerika Serikat, tergabung dalam Satgas Indobat XXIII-H UNIFIL di Lebanon, hingga menjadi UN Military Staff MINUSCA di Central Africa Republik.

Namun, di balik kesibukannya sebagai seorang tentara, Saimah memiliki panggilan jiwa untuk membantu sesama di bidang kesehatan. Ia menekuni berbagai ilmu terapi tradisional, mulai dari akupuntur, akupresure, refleksi, bekam, hingga ramuan herbal. Keahlian ini ia manfaatkan untuk memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat, bahkan saat bertugas di daerah konflik seperti Lebanon.

Pada tahun 2021-2022, Saimah dipercaya menjabat sebagai satu-satunya Danramil Wanita di wilayah Kodam V/Brawijaya, tepatnya Danramil 0831/01 Simokerto, Surabaya Timur. Meski memiliki jabatan strategis, Saimah tidak pernah melupakan keahliannya sebagai terapis. Ia membuka layanan terapi di Makoramil Simokerto untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Saimah juga aktif dalam berbagai organisasi, termasuk PERJATI (Perkumpulan Pemijat Tradisional Indonesia), dan menjadi motivator pengembangan Wisata Kesehatan di Banyuwangi. Bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, ia mewacanakan pengembangan desa wisata kesehatan berbasis herbal.

Kisah Mayor Saimah adalah bukti nyata bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan semangat pantang menyerah, siapapun dapat meraih kesuksesan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dari seorang anak buruh tani, Saimah berhasil menjadi seorang perwira TNI yang disegani dan seorang terapis yang dicintai. Ia adalah inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus bermimpi dan berkarya.

Reporter : Indah Razak


Advertisement

Pos terkait