Demo DPRD Jambi Pecah Ricuh, Mobil Dinas Dibakar dan Gas Air Mata Warnai Malam Mencekam

IMG 20250830 WA0024

JAMBI | Go Indonesia.Id – Aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPRD Provinsi Jambi pada Jumat (29/8/2025) berakhir ricuh. Ribuan massa yang sejak siang mengepung kantor wakil rakyat itu akhirnya terjebak dalam situasi mencekam hingga larut malam.

Awalnya aksi berlangsung damai. Massa dari berbagai elemen masyarakat datang berorasi, membawa spanduk, dan menyuarakan tuntutan. Namun, menjelang sore, ketegangan meningkat. Dorongan, teriakan, hingga provokasi tak terbendung.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Puncak kericuhan terjadi saat polisi menembakkan gas air mata ke arah kerumunan. Massa yang emosi membalas dengan lemparan batu, kayu, hingga benda keras ke arah gedung DPRD. Kaca kantor pecah berantakan.

Dari rekaman dan foto yang beredar, terlihat ratusan demonstran menempel di pintu utama gedung, mengibarkan bendera organisasi, bahkan membawa kayu panjang. Massa berusaha mendekat ke pintu sambil berorasi keras, sementara aparat kepolisian berjaga di sekitar lokasi.

Kerusuhan makin meluas. Baliho di sekitar lokasi dibakar, satu mobil pribadi hancur, dan satu unit kendaraan dinas di halaman DPRD hangus terbakar dengan api menjulang tinggi.

Polisi menurunkan water canon untuk membubarkan massa. Semburan air bertekanan tinggi membuat kerumunan berlarian, namun sebagian tetap bertahan dan melawan dengan botol serta kayu.

β€œSituasinya seperti medan perang mini. Asap, api, dan teriakan di mana-mana. Ada yang jatuh, ada yang pingsan. Gedung dilempari batu, benar-benar kacau,” ungkap Yudi (27), salah satu saksi mata.

Hingga malam hari, dentuman gas air mata terus terdengar bersahut dengan sorakan massa. Lalu lintas di kawasan Telanaipura lumpuh total. Warga sekitar panik, sebagian memilih mengungsi sementara karena takut dengan kobaran api kendaraan yang terbakar.

Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah korban maupun kerugian yang ditimbulkan. Namun, jelas terlihat, aksi yang dimulai damai berakhir menjadi kerusuhan besar, meninggalkan jejak kehancuran dan trauma.

Video berdurasi 25 menit yang viral di media sosial memperlihatkan jelas perubahan suasana: dari siang penuh orasi hingga malam dipenuhi gas air mata, api, dan kepanikan massal.

Peristiwa ini menjadi catatan kelam baru wajah demokrasi di Jambi, ketika ruang aspirasi rakyat kembali ternodai oleh aksi destruktif dan bentrokan tak terkendali.(*)

*Redaksi*


Advertisement

Pos terkait