Dibibir Parit yang Rawan: Tiang Listrik Berdiri, Kecemasan Warga Tanjab Barat Menguat

IMG 20260328 WA0112

Reporter : Apriandi

TANJAB BARAT | GO Indonesia.Id –
Pembangunan jaringan listrik yang seharusnya membawa terang, justru menyisakan bayang-bayang kekhawatiran bagi warga di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Di sepanjang jalan penghubung antar desa, deretan tiang listrik berdiri nyaris menempel dengan bibir parit. Jaraknya bukan lagi hitungan aman, hanya sekitar satu meter. Kondisi ini sontak memantik kegelisahan warga yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

Proyek jaringan listrik sepanjang kurang lebih satu kilometer itu menghubungkan Desa Lumahan (Kecamatan Senyerang), melintasi Desa Rawa Kempas, hingga menuju Desa Kelagihan Baru (Kecamatan Tebing Tinggi). Secara fungsi, proyek ini diharapkan membuka akses listrik yang lebih baik bagi masyarakat.

Namun di lapangan, realitas berbicara lain. Sejumlah tiang terlihat tidak berdiri tegak sempurna. Kemiringannya mungkin tampak sepele dari kejauhan, tetapi bagi warga, itu adalah sinyal awal potensi masalah.

β€œBelum dipasang kabel saja sudah begitu,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Parit di sepanjang jalur tersebut bukan sekadar saluran air biasa. Saat hujan deras mengguyur, arus air kerap mengikis tanah di sekitarnya. Dalam kondisi seperti itu, jarak satu meter menjadi taruhan antara konstruksi yang bertahan atau ambruk sewaktu-waktu.

β€œKalau tanahnya tergerus, bagaimana nanti?” timpal warga lainnya.

Pertanyaan-pertanyaan itu kini menggantung tanpa kepastian. Secara teknis, pemasangan tiang listrik semestinya melalui perhitungan matang, mulai dari kontur tanah, tingkat kestabilan, hingga potensi gangguan lingkungan. Terlebih di wilayah Jambi yang dikenal memiliki curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang relatif labil.

Fakta di lapangan yang menunjukkan tiang sudah mulai miring bahkan sebelum jaringan terpasang, memperkuat dugaan adanya kelemahan dalam perencanaan atau pelaksanaan proyek.

Pihak PLN merespons dengan menyatakan akan menurunkan tim teknis untuk melakukan pengecekan langsung.

β€œJika ditemukan ketidaksesuaian dengan standar, tentu akan dilakukan perbaikan,” ujar perwakilan PLN.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada penjelasan rinci terkait alasan teknis penempatan tiang yang begitu dekat dengan bibir parit.

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat juga angkat suara. Mereka menyatakan akan berkoordinasi dan melakukan evaluasi lapangan guna memastikan aspek keselamatan tetap terjaga.

β€œKeselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami akan memastikan ada peninjauan menyeluruh,” kata perwakilan pemerintah daerah.

Namun, pernyataan itu belum sepenuhnya menjawab keresahan warga.

Dibalik proyek yang membawa harapan, terselip pertanyaan mendasar: apakah perencanaan sudah benar-benar matang, atau ada aspek krusial yang terabaikan?

Bagi warga, ini bukan sekadar proyek pembangunan.

Ini tentang jalan yang mereka lalui setiap hari, tentang parit yang mereka tahu bisa berubah ganas saat hujan datang, dan tentang keselamatan yang tidak bisa ditawar.

Mereka tidak menolak pembangunan. Justru sebaliknya, mereka berharap listrik hadir lebih baik dan merata. Namun harapan itu, bagi mereka, tidak seharusnya dibayar dengan risiko.

Kini, tiang-tiang listrik itu masih berdiri. Diam, tetapi menyimpan potensi persoalan.

Diantara kebutuhan pembangunan dan tuntutan keselamatan, warga Tanjung Jabung Barat menunggu kepastian, apakah ini akan menjadi solusi jangka panjang, atau justru awal dari masalah yang perlahan muncul di kemudian hari.

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait