JAKARTA | Go Indonesia.idβ Gelombang aksi massa yang terjadi di berbagai daerah Indonesia semakin membesar. Kantor-kantor DPR menjadi pusat konsentrasi protes, sementara di jalan-jalan suara rakyat bergema menuntut Presiden RI turun langsung mendengarkan aspirasi mereka melalui dialog terbuka bersama mahasiswa dan masyarakat.
Akademisi sekaligus tokoh nasional, Prof. DR. KH. Sutan Nasomal, SH, MH, menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi yang kian memanas. Ia menilai tindakan represif aparat, seperti tembakan gas air mata dan pembubaran paksa massa, hanya memperlebar jurang ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah.
> βAksi massa tidak akan berhenti hanya karena tekanan atau kekerasan. Satu-satunya cara meredam kemarahan rakyat adalah dengan menghadirkan Presiden RI sendiri dalam dialog terbuka. Di sana semua pihak bisa duduk bersama mencari solusi terbaik,β ujar Prof. Sutan.
Menurutnya, hampir 200 hari memimpin negeri ini, Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan kerja keras yang tidak bisa dipandang remeh. Namun, kelemahan dalam lingkaran birokrasi dan para pembantu presiden yang dinilai kurang peka terhadap gejolak sosial justru memicu ketidakpuasan publik.
> βIbarat gigi yang sakit parah, lebih baik segera dicabut agar seluruh tubuh tidak ikut merasakan sakit. Begitu pula siapapun yang membuat NKRI ini sakit, harus segera dievaluasi atau dicabut dari jabatannya,β tegasnya.
Senada, seorang aktivis asal Kepulauan Riau mendukung pandangan Prof. Sutan agar Presiden mengambil tindakan tegas terhadap pejabat yang mengeluarkan kebijakan kontroversial hingga memicu keresahan masyarakat. Pejabat seperti itu, menurutnya, harus segera diganti dengan sosok yang berkompeten, berilmu, dan memiliki hati nurani untuk rakyat.
> βKeputusan pemerintah seharusnya menghadirkan solusi, bukan kontroversi. Jangan sampai ada musibah baru hanya karena kelalaian atau kepentingan sempit segelintir elit,β ungkapnya.
Lebih jauh, Prof. Sutan juga mengingatkan pentingnya pemerintah mencegah praktik kotor yang merugikan negara, mulai dari perusakan sumber daya alam, permainan pajak, hingga penyelundupan di sektor penting seperti cukai. Ia menilai Presiden harus memimpin langsung upaya bersih-bersih dari kelompok yang merugikan keuangan negara dan kesejahteraan rakyat.
Menutup pernyataannya, Prof. Sutan kembali menegaskan bahwa dialog terbuka antara Presiden, mahasiswa, dan masyarakat merupakan jalan terbaik menghentikan gejolak sosial yang sudah memakan korban.
> βHentikan air mata dan darah rakyat yang terlalu sering tumpah. Ini waktunya Presiden mendengar suara rakyat, mengambil keputusan tegas, dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintah,β pungkasnya.
Reporter: Edy