TANJUNGPINANG | Go Indonesia.id_ Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menginstruksikan kepada seluruh Bupati dan Walikota di daerah itu untuk siaga dan waspada terhadap potensi bencana alam menjelang akhir tahun 2025.
Menurut Anshar cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang biasanya terjadi di Kepri pada akhir tahun. (30/11/25).
Kondisi ini beresiko memicu banjir, longsor tinggi hingga gelombang laut tinggi.
Saya minta Bupati/Walikota melakukan langkah mitigasi dan antisipasi di wilayah masing-masing, cocok khususnya daerah rawan bencana kata Gubernur Ansar di Tanjung Pinang Sabtu.
Ansar juga menekankan pentingnya kesiapan dan pemetaan kawasan rentan bencana di tiap kabupaten/kota, sehingga pemerintah bisa mengambil langkah-langkah antisipasi sejak dini.
Iya mencontohkan masyarakat yang tinggal di area tebing agar diberikan sosialisasi dan edukasi untuk waspada saat musim hujan, karena beresiko tanah longsor.
Kita tidak ingin kejadian longsor di Batam dan di Natuna yang menelan korban beberapa waktu lalu terulang kembali. Makanya diperlukan upaya antisipasi bencana ucap Ansar.
Dia pun menyatakan komitmen Pemprov Kepri untuk terus membenahi kawasan-kawasan rawan bencana, misalnya banjir yang kerap terjadi di beberapa wilayah Batam dan Tanjung Pinang.
Gubernur Ansar berharap kepril senantiasa aman dan terhindar dari bencana, meski demikian semua pihak tetap harus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana yang bisa datang kapan saja.
Selain itu Ansar mengaku ikut prihatin atas bencana banjir dan longsor Yang melanda di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh, belakangan ini.
Mudah-mudahan saudara kita di sana senantiasa mendapat perlindungan dan pertolongan dari Allah SWT, ucap Ansar.
Reporter : Edy







