Harimau Berkeliaran di Perbatasan TNBT–Tanjab Barat, Tim Gabungan Pasang Perangkap, Warga Diminta Waspada

IMG 20260404 WA0033

TANJAB BARAT | Go Indonesia.Id – Situasi mencekam terjadi di wilayah Desa Tanah Tumbuh, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Jambi. Seekor harimau dilaporkan berkeliaran di sekitar permukiman warga yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh.

Merespons kondisi tersebut, tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, pihak kehutanan, TNI-Polri, serta pemerintah desa turun langsung ke lapangan. Mereka bersama masyarakat melakukan pemasangan perangkap di dua titik yang diduga menjadi jalur perlintasan satwa buas tersebut, yakni di Simpang Pulai dan Simpang Burut.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Menurut keterangan warga, keberadaan harimau terdeteksi di dua lokasi berbeda. Di Simpang Burut, warga sempat melihat harimau melintas di jalan, bahkan diduga sedang bersama anaknya. Sementara di Simpang Pulai, tim gabungan telah memasang perangkap dengan umpan seekor kambing dan terus melakukan pengawasan ketat di sekitar lokasi.

“Tim masih berjaga dan memantau perangkap yang sudah dipasang, tapi sampai saat ini belum ada hasil,” ungkap aparat desa setempat.

Ditengah kekhawatiran warga, beredar video yang menyebutkan adanya warga Desa Lubuk Madrasah menjadi korban serangan harimau. Namun, setelah dilakukan investigasi langsung ke lapangan, kabar tersebut dipastikan tidak benar.

“Tidak ada warga yang dimangsa. Harimau hanya memangsa ternak seperti sapi dan kambing milik warga,” tegas pihak desa.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan pencarian dan pemantauan keberadaan harimau tersebut. Aparat desa juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kebun maupun di dalam hutan.

Imbauan tersebut diperkuat melalui surat edaran Kepala Desa Lubuk Madrasah tertanggal 30 Maret 2026, yang meminta warga agar lebih berhati-hati mengingat potensi bahaya dari satwa liar yang berada di sekitar permukiman.

Dengan kondisi wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan konservasi, kemunculan harimau bukan hal baru.
Namun, intensitas kemunculan yang semakin dekat ke pemukiman kini menjadi perhatian serius dan membutuhkan langkah cepat serta terukur dari semua pihak.

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait