Kegiatan Life Skil Desa di Hotel Madina Sejahtera Diduga Jadi Ajang Korupsi

MADINA | Go Indonesia.id Kegiatan life skil Desa tiga kecamatan yang diselenggarakan di aula hotel madina sejahtera diduga jadi ajang korupsi dan dipertanyakan oleh lembaga Swadaya masyarakat (LSM) Trisakti Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara

Kegiatan life skil yang dilaksanakan di hotel madina sejahtera dimulai dari hari jumat, (28/06) dan sampai saat ini pada sabtu (29/06/2024).

Bacaan Lainnya

Advertisement

“Kegiatan life skil Desa tiga kecamatan yakni kecamatan Panyabungan, Juta Bargot dan berasal dari kecamatan pantai barat yang kami duga adalah ajang korupsi,” Ungkap Dedi Saputra, ketua LSM Trisakti Madina kepada wartawan, sabtu (29/06/2024).

Selain kegiatan ini yang diduga tidak hasil musyawarah Desa, menurut hemat Dedi selaku ketua lembaga control sosial kegiatan life skil di aula madina sejahtera itu tidak semua Desa sama kebutuhan skilnya.

” Setiap Desa di madina tidak mungkin semua membutuhkan skil yang sama, jadi di sini ada dugaan korupsi berjamaah dan ini adalah salah satu contoh yang menekan para kepala desa,” Benernya.

Selain itu, Rusdi Batubara alias Parkoas warga Madina mengatakan bahwa kegiatan life skil desa tiga kecamatan yang diselenggarakan diaula hotel madina sejahtera adalah suatu bentuk beberapa Oknum yang mempunyai kekuasaan lebih suka kegiatan yang tidak sesuai dengan daerah Desa masing-masing di madina.

“Sebab ada produk asli madina hasil pelatihan dana Desa di kabupaten Madina sudah kita tawarkan untuk dimasukan ke Desa namun itu semua ditolak tampaknya mereka lebih doyan lif skil ini yang kami duga tidak ada manfaat untuk didesa,” timpal Parkoas.

Seharusnya bupati madina melalui perpanjangan tangannya yakni Camat, akan mengevaluasi penggunaan dana desa sesuai Permen nomor 7 tahun 2023 tentang prioritas penggunaan dana desa,

“Apabila camat mengevaluasi APBDes dan menyurati Desa lalu kades dan BPD bermusyawarah untuk menampung kegiatan yang sesuai Permen Nomor 7 itu agar anggaran Desa lebih tepat sasaran,” Hemat Parkoas yang juga Ketua Ikatan Wwartawan Online (IWO) Madina

Terpisah, salah seorang kepala desa yang tidak mau disebut identitasnya dan mengikuti acara life skil di madina sejahtera bahwa mereka harus membayar Rp 4.000.000/peserta.

“Uang registrasi perorangbkami dikenai biaya Rp4.000.000 per peserta sperti kami mengirim peserta 7 orang peserta,” Tambahnya

Reporter : Muhammad Hamka S.pd


Advertisement

Pos terkait