Kementerian Ekraf Dukung Java Jazz Festival 2026, Perkuat Daya Saing Musik Indonesia

IMG 20260204 WA0018

JAKARTA | Go Indonesia.id- Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya siap mendukung kolaborasi Java Jazz Festival 2026. _Intellectual Property_ atau IP berbasis _event_ itu menjadi contoh nyata keberlanjutan yang mengikuti perkembangan zaman.

“Java Jazz Festival bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi bukti nyata bahwa IP event Indonesia dapat terus relevan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kami siap mendukung kolaborasi agar festival ini semakin berdampak bagi industri kreatif nasional,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky saat menerima audiensi PT Java Festival Production di Kantor Kementerian Ekraf pada Selasa, 3 Februari 2026.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Tahun ini akan menjadi edisi ke-21 bagi Jakarta International Java Jazz Festival. Rencananya Java Jazz Festival 2026 akan digelar di Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) PIK 2 pada 29–31 Mei 2026.

Sejak pertama kali digelar pada 2005, Java Jazz menunjukkan konsistensi ekosistem musik dalam menciptakan nilai ekonomi dan diplomasi budaya. Sejumlah festival turunan seperti Java Soulnation, Java Rockin’land, Soundsfair, dan Hodgepodge Festival juga menjadi bagian dari penguatan portofolio industri pertunjukan Tanah Air.

President Director Java Jazz Festival Dewi Gontha menyampaikan bahwa pemilihan lokasi baru di PIK 2 didasarkan pada kemudahan akses bagi pengunjung domestik maupun mancanegara. Lokasi tersebut dinilai lebih dekat dengan bandar udara serta didukung ketersediaan akomodasi yang memadai di sekitarnya.

“Java Jazz Festival selama perhelatannya telah menghadirkan 4000 musisi dari mancanegara, perpindahan lokasi ke NICE salah satu alasannya lokasi yang dekat dengan bandara jadi memudahkan musisi internasional menuju _venue_. _’Beyond The Horizon Where Dreams Take The Stage’_ menjadi tema kita karena kita ingin _expand to a bigger space_, beberapa yang kita coba buat terkait dengan konsep acara archipelago karena kita ingin mengikutsertakan juga beberapa musik dari daerah,” ujarnya.

Dalam audiensi tersebut, Dewi juga menyampaikan harapan agar Kementerian Ekraf dapat berkolaborasi dalam mendukung perhelatan tersebut. Berdasarkan data penyelenggara, pengunjung Java Jazz terbesar berasal dari kawasan Asia Tenggara dengan persentase mencapai 52 persen, disusul kawasan Amerika, Eropa, hingga Afrika.

Audiensi turut dihadiri Direktur Keuangan PT Java Festival Production Dwi Cahyono. Sedangkan Menteri Ekraf Teuku Riefky didampingi Direktur Musik Mohammad Amin.

Reporter : Zahra

*Kiagoos Irvan Faisal*
*Kepala Biro Komunikasi*
*Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif*


Advertisement

Pos terkait