Ketam Bangkang Tembus Ekspor, Nelayan Lingga Timur Raup Cuan dari Pesisir Bakau

IMG 20260329 WA0078

LINGGA, DAIK | Go Indonesia.id โ€“ Potensi sumber daya laut di wilayah Lingga Timur kembali menunjukkan geliat positif. Kali ini, komoditas ketam bangkang atau kepiting bakau menjadi primadona baru yang mampu meningkatkan pendapatan nelayan lokal, seiring tingginya permintaan pasar ekspor.

Syahril, salah seorang nelayan di kawasan hulu Sungai Kerandin, mengaku setiap hari menyusuri kaki-kaki bakau untuk mencari ketam bangkang berkualitas ekspor. Dari hasil tangkapannya, ia bisa memperoleh hingga 4 kilogram per hari.

Bacaan Lainnya

Advertisement

โ€œAlhamdulillah, dalam sehari bisa dapat sekitar 4 kilo. Kalau dijual, bisa mencapai Rp360.000. Ini sangat membantu ekonomi keluarga,โ€ ujar Syahril saat ditemui di pesisir Kerandin.

Menurutnya, meningkatnya permintaan dari luar negeri, khususnya Malaysia dan Singapura, membawa harapan baru bagi nelayan tradisional. Apalagi kini para nelayan mulai terhubung langsung dengan pelaku ekspor, salah satunya melalui jaringan yang dibangun oleh Cik Wan.

โ€œSekarang kami bisa langsung menjual ke pihak yang menyalurkan ke ekspor. Jadi hasilnya lebih terasa,โ€ tambahnya.

Cik Wan, pelaku community export yang aktif menjalin kemitraan dengan nelayan lokal, mengatakan bahwa ketam bangkang asal Lingga memiliki kualitas yang diminati pasar internasional.

โ€œKepiting bakau dari Lingga ini punya nilai tinggi di pasar ekspor. Permintaan dari Malaysia dan Singapura terus meningkat,โ€ jelasnya.

Ia juga menilai, peluang ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh nelayan lokal untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Dengan sistem distribusi yang lebih terbuka, nelayan kini memiliki kesempatan untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif tanpa bergantung pada tengkulak.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lingga terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sektor perikanan, termasuk komoditas kepiting bakau. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal di wilayah pesisir.

Para nelayan pun berharap adanya dukungan lebih lanjut, seperti investasi dan akses permodalan, agar potensi ketam bangkang dapat dikembangkan secara lebih optimal.

โ€œKalau ada investor yang langsung ambil ke sini, tentu hasilnya bisa lebih besar lagi. Ini peluang besar untuk kami,โ€ tutup Syahril dengan penuh optimisme.

Dengan tingginya permintaan pasar ekspor dan dukungan berbagai pihak, ketam bangkang kini menjadi komoditas unggulan baru yang membawa harapan bagi peningkatan kesejahteraan nelayan Lingga Timur.

Reporter: Edy


Advertisement

Pos terkait