Konflik MBG Natuna Memanas, Yayasan Peduli Natuna Perbatasan Putus Kerja Sama dengan Basecamp.id

IMG 20260118 WA0056

NATUNA | Go Indonesia.id– Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Natuna kini diwarnai konflik serius antara Yayasan Peduli Natuna Perbatasan dengan mitra investornya, Basecamp.id yang dipimpin oleh Erza Efrizal. Perselisihan tersebut berujung pada pemutusan kerja sama secara sepihak oleh pihak yayasan.

Berdasarkan kronologis yang dihimpun media, konflik bermula ketika Ketua Yayasan Peduli Natuna Perbatasan, Ari Wibowo, menggandeng Erza Efrizal melalui perusahaannya Basecamp.id untuk membantu mencari investor dalam pembangunan dapur MBG di Natuna. Dalam kesepakatan awal, yayasan bertanggung jawab pada aspek administrasi dan perizinan, sementara Basecamp.id bertugas menggalang modal dari para investor.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Advertisement

Yayasan kemudian mendaftarkan sejumlah titik lokasi dapur MBG, namun hanya dua titik yang mendapat persetujuan, yakni di Kecamatan Bunguran Selatan dan Bunguran Utara. Dalam proses tersebut, sejumlah investor diminta menyerahkan uang jaminan dengan janji akan dikembalikan setelah dapur rampung dibangun.

Namun, pembangunan dapur mengalami kendala. Dana jaminan yang terkumpul diduga tidak digunakan sesuai peruntukannya, melainkan dipakai untuk kepentingan pribadi. Hal ini memicu protes sejumlah investor yang menuntut pengembalian dana dan bahkan mengancam menempuh jalur hukum.

Memasuki tahap operasional, pengadaan bahan baku dipercayakan kepada Lami Hadi Nata, sementara pengelolaan keuangan dipegang oleh Tohirin, suami salah satu investor. Keduanya juga diberikan akses akun pengelola (maker) untuk dua dapur MBG tersebut.

Setelah dua bulan berjalan, konflik kembali memanas. Erza Efrizal meminta laporan pertanggungjawaban keuangan, namun permintaan tersebut tidak dipenuhi dengan alasan yang jelas dan terus diundur-undur.

Ketegangan semakin meningkat ketika Tohirin dan Lami Hadi Nata menolak mengembalikan aset serta menyatakan bahwa dua dapur MBG adalah milik bersama. Mereka juga melibatkan pihak Koordinator Wilayah (Korwil) dan Kepala Regional (Kareg) Badan Gizi Nasional Kabupaten Natuna untuk mempertanyakan status serta peran Erza Efrizal dalam program tersebut.

Puncaknya, Ketua Yayasan Ari Wibowo memutuskan hubungan kerja sama dengan Erza Efrizal secara sepihak serta mencabut kuasa yang sebelumnya diberikan kepada Azmizar selaku perwakilan Basecamp.id.

Dalam konflik ini, pihak Korwil dan Kareg Badan Gizi Nasional lebih mengakui Yayasan Peduli Natuna Perbatasan sebagai mitra kelembagaan resmi. Namun, keputusan tersebut dinilai belum memberikan solusi konkret atas perselisihan yang terjadi.

Erza Efrizal saat diwawancarai media pada 18 Januari 2026 membenarkan adanya pemutusan sepihak tersebut. Menurutnya, alasan pemutusan tidak pernah dijelaskan secara transparan.

Saat kami meminta laporan keuangan, mereka tidak pernah jelas dan selalu mengulur waktu. Rupanya mereka sudah menyiapkan strategi untuk melakukan pemutusan sepihak,” ujar Erza.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media belum berhasil memperoleh keterangan resmi dari Yayasan Peduli Natuna Perbatasan. Redaksi masih melakukan penelusuran dan pendalaman lebih lanjut terkait persoalan ini.

Reporter : Baharullazi


Advertisement

Pos terkait