Kunjungi BPPMT Pekanbaru, Wamen Viva Yoga Tinjau Berbagai Demplot Pertanian dan Perikanan

2q 59 scaled

JAKARTA | Go Indonesia.id-Kunjungan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi ke Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru yang berada di Jl. Raya Pekanbaru-Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, 17/1/2026, disambut oleh Kepala BPPMT Pekanbaru Ahmad Syahir dan seluruh pegawai.

Kehadiran Viva Yoga ke balai itu untuk melihat berbagai demplot (‘demonstration plot’). Begitu datang, ia langsung bergegas melihat demplot pembudidayaan nanas. Di lahan paling belakang balai, mengamati lahan yang dipenuhi oleh tumbuhan nanas. Dirinya menyempatkan menanam bibit dan memetik buah nanas yang terlihat besar dan segar.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Advertisement

Selepas itu menghampiri plastik besar berbentuk drum berwarna biru. Di plastik itu merupakan tempat budidaya ikan bioflok. Diamati ratusan ikan yang berenang ke sana kemari di bawah kucuran air. Tak jauh dari bioflok ada kandang ayam. Setelah mendapat informasi, selanjutnya menuju kolam yang luasnya hampir sebesar lapangan voli. Di kolam itu dirinya menebar benih ikan.

Kepada wartawan, Viva Yoga mengatakan berbagai demplot itu merupakan tempat pelatihan bagi calon transmigran yang akan ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi. Diungkap, beberapa waktu yang lalu, sebanyak 20 kepala keluarga calon transmigran dari Provinsi Lampung mengikuti pelatihan di BPPMT Pekanbaru. “Lampung dulu provinsi tujuan transmigran sekarang provinsi yang mengirimkan transmigran”, ujarnya.

Daerah tujuan transmigran yang mengirimkan transmigran menurut pria asal Lamongan, Jawa Timur, itu menunjukan kawasan transmigrasi mengalami transformasi. Hal demikian menunjukan program ini telah mampu menciptakan pertumbuhan dan kawasan ekonomi “Sesuai visi Presiden Prabowo Subianto, transmigrasi bukan semata berorientasi kepada perpindahan penduduk namun juga berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat”, paparnya.

Di Sumatera dikatakan ada kawasan transmigrasi baru namanya Kawasan Transmigrasi Barelang (Batam, Rempang, Galang). Di pulau yang tak jauh dari Singapura dan Malaysia, Kementerian Transmigrasi akan menempatkan 1.000 kepala keluarga melalui program transmigrasi lokal (translok). Demplot bioflok ikan nila dan pertanian hidroponik akan diterapkan di Kawasan Transmigrasi Barelang akan masyarakat mendapatkan nilai tambah ekonomi.

Demplot perikanan sangat cocok bagi transmigran yang menempati Barelang sebab di sana adalah wilayah kepulauan. Di sana pun Kementerian Transmigrasi juga telah membentuk kelompok nelayan dan telah menyumbangkan kapal penangkap ikan kepada transmigran lokal. Meski sebagai wilayah kepulauan namun mereka juga dilatih terkait budidaya tanaman produktif seperti sayuran dan buah-buahan. “Di pekarangan rumah transmigran kita dorong juga sebagai tempat pengembangan tanaman sayuran hidroponik untuk mencukupi kebutuhan keluarga sendiri”, paparnya.

Dengan berlatih pada semua demplot diharap transmigran akan mandiri bahkan bisa memproduksi untuk kebutuhan pasar. Dari prinsip inilah maka kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. “Dulu lahan kosong kemudian ditempati transmigran membuat di sana ada aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya hingga menjadi wilayah definitif mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi”, paparnya.

Dari program transmigrasi sejak zaman Presiden Soekarno telah melahirkan 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, dan 3 ibukota provinsi yaitu Provinsi Papua Selatan, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Utara. “Jadi semuanya itu adalah pengembangan dari pergerakan aktivitas program transmigrasi”, ujar pria yang pernah menjadi Pengurus HKTI itu. (ARW)

Reporter : Zahra
Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia
📍 Jl. TMP Kalibata No.17, Jakarta Selatan 12750
📞 (021) 7994372
📧 [email protected]
🌐 www.transmigrasi.go.id


Advertisement

Pos terkait