Mirip Kopi Susu! Kondisi Air Sungai Batang Air Haji Kini Semakin Memprihatinkan

IMG 20260310 WA0163

PASAMAN BARAT | Go Indonesia.Id _Kondisi aliran Sungai Batang Air Haji di Kenagarian Sungai Aua, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, semakin memprihatinkan. Air sungai yang dulunya dikenal jernih kehijauan kini berubah keruh menyerupai warna kopi susu.

Perubahan kondisi air ini dikeluhkan warga yang selama ini memanfaatkan sungai untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, hingga mencari ikan.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Salah seorang warga, Marni, mengatakan kondisi air mulai berubah sejak maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di bagian hulu sungai.

β€œKondisi air berubah keruh dan tak layak lagi dijadikan tempat mandi atau mencuci sejak maraknya aktivitas menambang emas di sepanjang aliran sungai,” ujar Marni Selasa 10 Maret 2026.

Keluhan serupa juga disampaikan Mardi, warga lainnya yang selama ini menggantungkan hidup dari mencari ikan di sungai tersebut. Ia mengaku kini hampir tidak lagi mendapatkan hasil tangkapan.

Menurutnya, air sungai yang keruh membuat ikan-ikan menjauh dari kawasan itu sehingga aktivitas menangkap ikan tidak lagi memberikan penghasilan.

β€œAir keruh seperti ini membuat ikan lari. Mata pencaharian dari menangkap ikan tak lagi bisa memenuhi kebutuhan hidup,” kata Mardi.

Ia mengaku kondisi tersebut memaksanya untuk beralih pekerjaan. Saat ini Mardi bekerja serabutan demi menyambung hidup setelah hasil tangkapan ikan di sungai tidak lagi dapat diandalkan.

Sebelumnya, aparat penegak hukum juga pernah melakukan penindakan terhadap aktivitas PETI di kawasan tersebut. Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar melakukan operasi di tepi aliran Sungai Batang Air Haji, Kenagarian Sungai Aua, Kecamatan Sungai Aur pada 28 Januari 2026.

Petugas yang mendatangi lokasi sekitar pukul 12.00 WIB mendapati aktivitas penambangan emas ilegal sedang berlangsung.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 21 orang yang diduga terlibat langsung dalam kegiatan PETI. Seluruhnya kemudian dibawa ke Mapolda Sumbar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Selain para terduga pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa empat unit alat berat jenis excavator dari berbagai merek, empat alat dulang, serta empat karpet penyaring yang digunakan dalam proses penambangan emas.

Meski penindakan telah dilakukan, aktivitas ilegal itu tak serta merta terhenti. Warga berharap aktivitas PETI di kawasan hulu Sungai Batang Air Haji kembali ditertibkan. Pasalnya, mereka khawatir jika aktivitas tersebut terus berlangsung, kerusakan lingkungan akan semakin parah dan sumber air masyarakat semakin tercemar.(*)

Reporter: Randi


Advertisement

Pos terkait