BREBES | Go Indonesia.id — Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, menyimpan potensi sejarah dan ilmu pengetahuan yang bernilai penting.
Di desa tersebut berdiri Museum Purbakala Situs Buton (Bumiayu–Tonjong) yang menjadi tempat penyimpanan dan pengenalan berbagai fosil serta artefak dari kawasan Bumiayu dan Tonjong.(5/10/26)
Museum yang berada di kawasan Dukuh Kalipucung, Desa Galuh Timur, ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan masyarakat dalam menjaga temuan purbakala agar dapat dipelajari dan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi. Pemerintah Kabupaten Brebes sebelumnya menyebut fosil-fosil dari kawasan Bumiayu dan Tonjong memiliki usia hingga sekitar 1,8 juta tahun.
Keberadaan Museum Buton tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan fosil. Kawasan Galuh Timur juga dikembangkan sebagai Kampung Purba, menyusul berbagai temuan situs dan artefak prasejarah di wilayah tersebut.
Dalam perkembangan terbaru, koleksi museum mulai dipersiapkan untuk dipamerkan kepada masyarakat. Salah satu koleksi yang menjadi perhatian adalah fosil gajah purba Sinomastodon bumiajuensis, selain fosil Stegodon, Elephas, serta sejumlah fosil vertebrata darat dan air.
Keberadaan koleksi tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi museum sebagai ruang pembelajaran sejarah dan ilmu pengetahuan, khususnya bagi pelajar, masyarakat, peneliti maupun wisatawan yang ingin mengetahui sejarah kehidupan purba di wilayah Brebes.
Pemerintah Kabupaten Brebes sebelumnya juga menyatakan bahwa kawasan Kampung Purba Galuh Timur memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan ilmu pengetahuan. Bahkan, kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang sebagai geopark dan pusat penelitian arkeologi.
Selain koleksi fosil, pengembangan Museum Buton juga berkaitan dengan kesiapan sarana pendukung. Akses menuju museum menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan kawasan tersebut agar keberadaan museum dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Dengan potensi fosil dan situs prasejarah yang dimiliki, Galuh Timur tidak hanya memiliki nilai wisata, tetapi juga menyimpan kekayaan sejarah yang perlu dilestarikan secara berkelanjutan.
Pengelolaan museum, perlindungan koleksi, peningkatan fasilitas, aksesibilitas serta edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting agar warisan purbakala tersebut tidak hanya tersimpan, tetapi juga dapat dipelajari oleh generasi mendatang.
Museum Purbakala Situs Buton dengan demikian menjadi salah satu titik penting untuk melihat jejak kehidupan purba di kawasan Brebes sekaligus memperkuat potensi wisata berbasis sejarah dan ilmu pengetahuan di Jawa Tengah.
Busro | Jurnalis/Go Indonesia.id

