Mutiara di Ujung Utara Indonesia Kini Tinggal Cerita?

IMG 20260224 WA0022

NATUNA | Go Indonesia.id_ Sudah 26 tahun Kabupaten Natuna berdiri sebagai daerah otonom. Berbagai dinamika telah dilalui dari polemik pembangunan, dilema politik, hingga ujian integritas para pemangku jabatan. Ada yang tersandung persoalan hukum, ada pula yang mampu menorehkan pembangunan dengan bersih dan penuh dedikasi.(24/2/26).

Sebagai wilayah perbatasan yang kerap dijuluki β€œmutiara di ujung Sumatra”, Natuna terus melangkah menuju kedewasaan. Namun, pertanyaan publik kini mulai mengemuka: akankah perjuangan panjang itu tetap berlanjut di masa kepemimpinan pasangan bupati yang saat ini memegang amanah?

Bacaan Lainnya

Advertisement

Bisik-bisik mulai terdengar di sejumlah desa dan kecamatan. Isu yang berembus bukan sekadar soal pembangunan fisik, melainkan juga menyangkut kegiatan keagamaan yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat, yakni STQ dan MTQ.

Pada 24 Februari 2026, salah seorang warga Kecamatan Bunguran Timur mengungkapkan kepada media bahwa hingga kini belum terlihat tanda-tanda persiapan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, pada bulan-bulan seperti ini sudah dimulai proses seleksi di tingkat desa dan kecamatan sebelum berlanjut ke tingkat kabupaten.

Sumber lain yang berperan dalam pelaksanaan STQ dan MTQ juga menyebutkan kemungkinan bahwa tahun ini kegiatan tersebut belum dapat dilaksanakan. Informasi ini tentu menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.

MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an. Ia adalah simbol syiar Islam, ajang pembinaan generasi Qurani, sekaligus ruang silaturahmi antarwarga. Jika benar kegiatan ini terhenti, masyarakat berharap pemerintah daerah segera mencari solusi agar tradisi religius yang telah mengakar ini tetap berjalan.

Hingga berita ini diterbitkan, media masih melakukan penelusuran dan berupaya mengonfirmasi pihak Bagian Kesra di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna. Perkembangan lebih lanjut akan terus dipantau dan disampaikan kepada masyarakat.

Natuna telah melalui banyak badai. Kini publik menantiβ€”apakah mutiara itu akan tetap berkilau, atau perlahan redup oleh keadaan?

Reporter : Baharullazi


Advertisement

Pos terkait