BUNGO | Go Indonesia.Id – Praktik penyelewengan BBM subsidi di Jambi kembali bikin geleng kepala. Di SPBU 2437662 Lubuk Landai, Kabupaten Bungo, aksi ilegal yang diduga sudah berlangsung sejak 2013 akhirnya terbongkar. Lebih parah, pengungkapan kasus ini sempat diwarnai aksi nekat keluarga pelaku yang mencoba menghalangi petugas.
Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat dan tindak lanjut arahan Presiden agar distribusi subsidi tepat sasaran. Tim Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi kemudian turun langsung ke lapangan dan mendapati aktivitas mencurigakan kendaraan bolak-balik mengisi BBM dalam jumlah tak wajar.
Dua orang langsung diamankan, yakni pelansir dan operator SPBU. Namun situasi sempat memanas. Keluarga pelaku maju menghadang petugas, bahkan salah satu di antaranya mengancam polisi dengan senapan angin. Beruntung, aparat berhasil mengendalikan keadaan tanpa insiden lebih lanjut.
Dari hasil penyelidikan, fakta yang terungkap benar-benar mencengangkan. Sekitar 70 hingga 80 persen solar subsidi di SPBU tersebut diduga tidak sampai ke masyarakat, melainkan disedot oleh jaringan pelansir.
Modusnya terbilang licik. Pelaku memanfaatkan puluhan barcode aplikasi MyPertamina agar bisa mengisi BBM berkali-kali. Tak hanya itu, mereka juga diduga mendapat jalur khusus tanpa antre, membuat praktik ilegal ini berjalan mulus selama bertahun-tahun.
Akibat aksi kotor ini, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp276 miliar.
Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, mulai dari kendaraan pelansir, uang tunai, hingga perangkat yang digunakan untuk melancarkan aksi. Kini, kedua tersangka telah ditahan dan terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara serta denda hingga Rp6 miliar.
Polda Jambi menegaskan, kasus ini belum berhenti. Aparat masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk dugaan peran pemilik SPBU.
βIni bentuk komitmen kami dalam menindak tegas praktik ilegal BBM subsidi. Kami minta masyarakat aktif melapor jika menemukan indikasi serupa,β tegas Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Erlan Munaji.
Kasus ini menjadi tamparan keras. BBM subsidi yang seharusnya menjadi hak rakyat kecil, justru dijarah secara sistematis selama bertahun-tahun bahkan berani melawan aparat saat dibongkar.
REDAKSI





