Pemkab Bintan Siapkan Sumur Bor untuk Tiga Wilayah Terdampak Kekeringan di SKL

IMG 20260330 WA0184

BINTAN | Go Indonesia.Id _Pemerintah Kabupaten Bintan terus bergerak cepat dalam menangani dampak kekeringan yang telah berlangsung lebih dari satu bulan terakhir.

Selain menyalurkan air bersih sebagai solusi jangka pendek, Pemkab juga menyiapkan langkah strategis untuk penanganan jangka menengah.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, mengatakan pihaknya saat ini tengah memetakan sumber air baku sebagai bagian dari upaya antisipasi berkelanjutan. Hal itu disampaikannya usai meninjau SPAM IKK Seri Kuala Lobam di Sei Lepan, Senin (30/03).

β€œPrinsipnya solusi tercepat kita upayakan, minimal memenuhi kebutuhan air di masyarakat. Hari ini kita cek sumber air baku yang ada, kita petakan dulu langkah strategis untuk jangka panjang,” ujarnya.

Usai peninjauan, Pemkab Bintan langsung menggelar rapat terbatas guna merumuskan kebijakan lanjutan. Hasilnya, dalam waktu dekat akan dibangun sumur bor lengkap dengan penampungan air di tiga wilayah terdampak, yakni Kelurahan Tanjung Permai, Kelurahan Teluk Lobam, dan Desa Teluk Sasah.

Pembangunan ini dilakukan sebagai respons atas berhentinya operasional SPAM IKK SKL yang selama ini menjadi sumber pasokan air bersih masyarakat.

β€œSudah kami laporkan ke Bupati dan langsung disetujui. Target kami, dalam dua pekan sumur bor sudah bisa beroperasi. Sambil menunggu, distribusi air bersih dari OPD dan bantuan BIIE tetap berjalan,” jelas Ronny.

Sumur bor tersebut nantinya akan dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis selama 24 jam. Lokasi sementara ditetapkan di halaman kantor lurah dan kantor desa di masing-masing wilayah.

Pemkab juga membuka kemungkinan penambahan titik sumur bor jika diperlukan, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari lokasi yang telah ditentukan.

β€œSementara tiga titik karena lahannya milik Pemkab. Namun jika ada lokasi lain yang memungkinkan dan dibutuhkan masyarakat, tentu akan kita pertimbangkan,” tambahnya.

Untuk langkah jangka panjang, Pemkab Bintan akan melakukan kajian lebih lanjut terkait pemanfaatan sumber air baku dari sejumlah waduk. Salah satunya waduk di Kampung Limau, Desa Busung, yang secara teknis dinilai memiliki volume dan kualitas air yang memenuhi standar sebagai sumber baku SPAM.

Upaya ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat Bintan, khususnya di wilayah yang rentan terdampak kekeringan.

Reporter: Suprin Pulungan


Advertisement

Pos terkait