BATAM | Go Indonesia.idβ Aktivis sosial Aksa Hallatu bersama Jimmy Manurung, yang dikenal aktif melakukan pengawasan sosial di Kota Batam, mengadakan silaturahmi dengan pihak pengelola Pelabuhan Internasional Gold Coast Batam, yang berlokasi di kawasan Golden Prawn, pada Sabtu, 3 Mei 2025.
Aksa Hallatu dikenal sebagai sosok yang vokal dalam melakukan kontrol sosial, baik terhadap instansi pemerintah maupun perusahaan-perusahaan di Batam. Belum lama ini, ia mempertanyakan operasional Pelabuhan Feri Internasional Gold Coast, khususnya terkait potensi terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), sebagaimana diberitakan oleh salah satu media online.
βApalagi ada beberapa nama yang dikenal identik dengan aktivitas pengiriman TKI, dan di belakangnya diduga ada oknum berpengaruh,β ujar Aksa dalam pernyataan sebelumnya.
Atas dasar kekhawatiran itu, Aksa berharap pelabuhan tersebut tidak dijadikan sebagai pintu keluar-masuk bagi pekerja migran non-prosedural atau PMI ilegal.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari pihak pengelola Pelabuhan Feri Internasional Gold Coast. Sebagai tindak lanjut, Aksa Hallatu bersama rekan-rekannya dari Lingkaran Amanat Rakyat (LIAR) mengadakan pertemuan langsung dengan pengelola pelabuhan.
Dalam pertemuan itu, Aksa menyampaikan klarifikasi bahwa pernyataan sebelumnya merupakan bentuk kepedulian dan kekhawatiran sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran pelabuhan ini penting untuk mendukung sektor wisata dan industri di Batam, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan lapangan kerja masyarakat.
βPertemuan ini bukanlah bentuk perdamaian, melainkan bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi pelanggaran hukum. Lebih baik kita mencegah sebelum terjadi, demi melindungi masyarakat,β ujar Aksa.
Ia juga menegaskan dukungannya terhadap keberadaan pelabuhan tersebut. βDengan adanya pelabuhan ini, wisatawan dapat lebih mudah mengunjungi Batam, dan ini tentu berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat serta membuka peluang kerja bagi warga Batam khususnya, dan Indonesia pada umumnya,β tutupnya.
Pihak pengelola Pelabuhan Feri Internasional Gold Coast Batam dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa mereka tidak ingin polemik ini diperpanjang. βKami menginginkan Batam tetap kondusif dan aman. Silakan melakukan kontrol sosial sebagai bentuk pengawasan, namun tentunya harus tetap sesuai dengan koridor hukum,β ujar perwakilan pengelola.
Reporter: Hariss