PETI Menggila di Tanah Bekali, Ratusan Alat Beroperasi Terang-terangan, Hukum Seolah Tak Bertaring

1 3110

KUANSING | Go Indonesia.Id – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tanah Bekali, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, kian tak terbendung. Praktik ilegal ini tak lagi sembunyi-sembunyi, justru berlangsung terang-terangan, masif, dan nyaris tanpa hambatan hukum.

Fenomena ini memantik kemarahan publik. Di berbagai titik wilayah Kuansing, bahkan hingga mendekati pusat kota, aktivitas PETI terus menjamur. Jumlahnya ditaksir mencapai ribuan unit, menggunakan mesin dompeng hingga alat berat jenis ekskavator skala yang jelas bukan operasi kecil-kecilan.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Didesa Tanah Bekali, kondisi ini bukan cerita baru. Aktivitas tambang ilegal diduga sudah berlangsung lama dan terus berulang tanpa penindakan berarti. Daratan hingga aliran sungai kecil disulap menjadi lokasi tambang, meninggalkan kerusakan lingkungan yang kian meluas dan sulit dipulihkan.

Ironisnya, aktivitas ini dilakukan secara terbuka. Sedikitnya dua puluh lebih rakit dompeng dilaporkan aktif beroperasi di sejumlah titik, tanpa upaya penyamaran. Situasi ini memunculkan kesan kuat: para pelaku seolah kebal hukum.

β€œSaat ini ada sekitar dua puluh lebih rakit dompeng yang aktif, tersebar di darat dan aliran sungai kecil,” ungkap seorang narasumber, Minggu (18/04/2026), dengan nada geram. Ia meminta identitasnya dirahasiakan.

Kondisi tersebut memicu keresahan serius di tengah masyarakat. Selain merusak lingkungan secara brutal, praktik PETI juga mencederai rasa keadilan publik. Ketika pelanggaran hukum berlangsung di depan mata tanpa tindakan tegas, publik mulai mencium adanya pembiaran, bahkan dugaan keterlibatan pihak tertentu.

Sorotan kini mengarah pada para pelaku utama dan pihak yang diduga berada di balik aktivitas ini. Namun hingga saat ini, belum terlihat langkah konkret dari aparat penegak hukum untuk menghentikan laju tambang ilegal tersebut.

Pertanyaan publik pun menggema: di mana peran aparat? Mengapa aktivitas ilegal yang begitu terang justru terkesan dibiarkan?

Masyarakat menuntut tindakan nyata, bukan sekadar imbauan. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan hanya lingkungan yang hancur, tapi kepercayaan terhadap hukum pun terancam runtuh.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait maraknya kembali aktivitas PETI di wilayah Tanah Bekali.

(Tim/Redaksi)


Advertisement

Pos terkait