Prof Dr Sutan Nasomal Soroti Kasus Ibu dan Anak Gantung Diri: Ini Krisis Sosial, Desa Gagal Lindungi Warganya

2q 34

π˜‘π˜ˆπ˜’π˜ˆπ˜™π˜›π˜ˆ 𝘐 𝘎𝘰 𝘐𝘯π˜₯𝘰𝘯𝘦𝘴π˜ͺ𝘒.𝘐π˜₯ – Pakar Hukum Internasional, Prof Dr Sutan Nasomal, SH, MH, menyatakan keprihatinan mendalam atas maraknya peristiwa bunuh diri akibat tekanan ekonomi, termasuk kasus memilukan seorang ibu rumah tangga yang nekat mengakhiri hidup bersama anaknya karena kelaparan.

Menurutnya, fenomena ini bukan sekadar tragedi individual, melainkan bukti nyata adanya krisis sosial akut dan kegagalan sistem pemerintahan paling bawah dalam melindungi warganya.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Advertisement

β€œIni bukan sekadar peristiwa tragis, ini adalah krisis sosial tingkat merah. Desa gagal melindungi warganya. Kantor desa seharusnya tahu siapa yang hari ini tidak makan, siapa yang sakit tapi tidak mampu berobat,” tegas Prof Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media cetak dan online dari dalam dan luar negeri, Sabtu (11/1/2025), melalui sambungan telepon seluler dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di Jakarta.

Prof Sutan mendorong Presiden RI Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto untuk segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) yang mewajibkan pemerintah desa aktif melindungi, mengayomi, dan membantu warganya yang berada dalam kondisi ekstrem.

β€œMinimal sandang dan pangan harus dijamin. Jangan sampai ada warga Indonesia mati karena lapar. Kalau ini dibiarkan, kasus bunuh diri karena ekonomi akan terus bertambah,” ujarnya.

Ia juga meminta para bupati dan wali kota segera menerbitkan Perbup dan Perwali untuk mengantisipasi dan menangani langsung warga yang berada dalam kondisi darurat sosial.

Lebih lanjut, Prof Sutan menegaskan bahwa desa adalah pemerintahan yang paling dekat dengan rakyat. Karena itu, tidak ada alasan bagi aparatur desa untuk tidak mengetahui kondisi warganya.

β€œMengapa desa tidak mampu mendata masyarakat yang sedang krisis? Ini pertanyaan dasarnya. Kantor desa dengan seluruh stafnya seharusnya tahu apakah ada warganya yang tidak makan hari ini,” tegasnya.

Ia menilai, seorang ibu yang sudah berada di titik putus asa hingga mengakhiri hidupnya bersama anak merupakan tanda bahwa seluruh sistem sosial di sekitarnya telah gagal.

β€œKalau keluarga tidak mampu membantu, maka desa wajib hadir. Tidak boleh ada warga NKRI yang kelaparan,” katanya.

Terkait kasus ibu dan anak yang gantung diri di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Prof Sutan menyebut peristiwa itu harus menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah, pemerintah desa, dan tokoh agama setempat.

β€œIni peringatan serius. Jangan cuma memikirkan perut sendiri. Perut rakyat juga harus dipikirkan,” ujarnya dengan nada keras.

Ia bahkan menyebut para pejabat yang tidak peduli sebaiknya mengundurkan diri. β€œBohong kalau Pemkab dan Pemdes tidak tahu kondisi masyarakatnya. Kalau tidak bisa menolong rakyat, mundur saja,” katanya.

Prof Sutan juga menyinggung besarnya anggaran cadangan yang dimiliki pemerintah π˜‹aerah. β€œSetiap provinsi punya puluhan miliar dana cadangan. Gunakan itu untuk rakyat yang sedang kelaparan dan sengsara,” ujarnya.

Ia berharap di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dikenal peduli rakyat, seluruh kepala daerah bisa meneladani sikap tersebut.

Tak hanya itu, ia juga mengajak TNI dan Polri untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan kondisi sosial masyarakat. β€œJangan sampai ada lagi ibu dan anak gantung diri karena lapar dan ekonomi,” pungkasnya.

Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SE,SH,π˜”π˜


Advertisement

Pos terkait