PULAU TIGA | Go Indonesia.id_ Penyaluran minyak tanah subsidi di Kecamatan Pulau Tiga Barat, Kabupaten Natuna, kembali menjadi perhatian setelah tim investigasi media menemukan adanya dugaan permainan harga oleh sejumlah oknum pangkalan dan pengecer.(29/11/25).
Warga mengaku harus membeli minyak tanah jauh di atas harga resmi pemerintah, terutama ketika tidak menggunakan kupon.
Harga Resmi Rp 4.000, Harga Lapangan Bisa Melonjak 10 Kali Lipat
Dari hasil penelusuran di lapangan, warga menyampaikan bahwa harga minyak tanah subsidi di pangkalan resmi semestinya berada di kisaran Rp 4.000 per liter bagi pemegang kupon. Namun fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda.
Menurut keterangan warga:
Membeli tanpa kupon: Rp 35.000–Rp 40.000 per jeriken 5 liter
Pembelian eceran botolan:
Botol aqua besar: Rp 15.000
Botol bir kecil: Rp 10.000
Warga heran mengapa minyak tanah subsidi bisa dijual begitu mahal, padahal kuotanya jelas dan diperuntukkan bagi kebutuhan rumah tangga.
Ini sudah lama terjadi, bertahun-tahun. Harga selalu beda-beda, tidak pernah sesuai,” ujar salah satu warga kepada media.
Kuota 6 Ton per Bulan, 400 Liter Disisihkan untuk Kebutuhan Sosial
Camat Pulau Tiga Barat, Junaidi, yang diwawancarai tim media pada 27 November 2025, membenarkan bahwa kecamatannya menerima pasokan minyak tanah subsidi sebanyak 6 ton setiap bulan.
Ia menjelaskan bahwa sekitar 400 liter disisihkan — ini merupakan inisiatif camat — sebagai cadangan untuk kebutuhan mendesak masyarakat, seperti:
Musibah kemalangan
Acara kenduri
Pesta atau kegiatan adat masyarakat
Namun Junaidi menegaskan bahwa penjualan minyak tanah subsidi tetap harus sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.
Saya sudah tekankan kepada pangkalan agar menjual sesuai harga. Jika ada penyimpangan, saya akan evaluasi dan tindak lanjuti apabila ada laporan warga,” jelasnya.
Praktik Berulang dan Minim Pengawasan
Berdasarkan temuan di lapangan, masyarakat menilai bahwa permasalahan minyak tanah di Pulau Tiga Barat bukan hal baru. Praktik permainan harga dianggap sudah terjadi dalam waktu lama, bahkan sudah menjadi rahasia umum.
Beberapa masalah yang ditemukan:
Minyak tanah dijual mahal ketika tanpa kupon
Penjualan dalam botolan dengan harga tinggi
Diduga ada oknum yang mengambil keuntungan pribadi
Pengawasan dari pangkalan hingga pemerintah desa dinilai belum optimal
Situasi ini membuat masyarakat kecil yang masih mengandalkan minyak tanah untuk memasak menjadi pihak yang paling terdampak.
Media Akan Terus Memantau
Melihat tingginya dugaan penyimpangan, tim media akan terus melakukan pemantauan rutin di Kecamatan Pulau Tiga Barat untuk memastikan bahwa minyak tanah subsidi benar-benar tersalurkan sesuai peruntukan.
Investigasi lanjutan juga akan dilakukan untuk mengumpulkan data lengkap dan mendorong pihak terkait melakukan penataan distribusi yang lebih transparan dan adil.
Reporter : Baharullazi







