Sekda Bintan Ikuti Rakor Pematangan Analisis Tata Ruang Terkait Lahan TNI AL dan Masyarakat Tanjung Uban

IMG 20260625 WA0286 scaled

BINTAN | Go Indonesia.id _Persiapan dan pematangan pendataan ulang bangunan masyarakat di Tanjung Uban, Kecamatan Bintan Utara semakin maksimal. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika usai mengikuti Rapat Koordinasi Analisis Isu Strategis Sinkronisasi Tata Ruang Nasional dan Daerah di Kabupaten Bintan. Rakor terkait permasalaan lahan TNI AL dan masyarakat Tanjung Uban, Kecamatan Bintan Utara ini dipimpin Asisten Deputi Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Pertanahan, Kamis (25/06) di Hotel CK, Tanjungpinang.

Sebelumnya telah dilaksanakan Rapat Koordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenkopolkam) Republik Indonesia pada awal April lalu. Kemudian di awal Mei, Bupati Bintan, Roby Kurniawan bersama perwakilan TNI AL, pihak terkait dan Tokoh Masyarakat melaksanakan pertemuan koordinasi perkembangan pendataan ulang bangunan masyarakat Tanjung Uban di kawasan TNI AL. Pada bulan Mei juga dilakukan Rapat Internal Tim Teknis untuk mematangkan teknis pemetaan wilayah 8 kampung secara efektif dan akurat menggunakan metode drone (UAV).

Bacaan Lainnya

Advertisement

Bupati Bintan sendiri telah mengeluarkan Keputusan Bupati Bintan Nomor 1070/XII/2025 tentang Pembentukan Tim Pendataan Ulang Bangunan Masyarakat Tanjung Uban di atas Tanah TNI Angkatan Laut di Kecamatan Bintan Utara. Hasil rekapitulasi Tim Inventarisasi selama April 2026, jumlah sementara di Kelurahan Tanjung Uban Kota sebanyak 475 KK/Bangunan. Tim masih melakukan inventarisasi, termasuk di wilayah Kecamatan Tanjung Uban Selatan.

“Secara umum semua persiapan telah cukup matang. Tim teknis gabungan juga sudah mulai turun awal Juni kemarin. Kita doakan bersama, ikhtiar ini bisa membuka tabir dan menjadi solusi konkret untuk menyelesaikan permasalahan yang menyangkut khalayak ramai ini” ungkap Ronny usai mengikuti Rakor.

Diketahui, pada tanggal 10 s.d 11 Juni lalu, telah dilakukan eksekusi pemetaan lapangan lewat proses pengambilan data spasial melalui pemetaan udara (drone) di 8 kampung tersebut. Hasilnya, telah terkumpul data foto udara (orthophoto) penatagunaan lahan terkini di lapangan meskipun sempat terhambat oleh kondisi cuaca.

Inventarisasi data ini melibatkan Tim Internal Pemerintah Daerah, TNI AL, unsur Kecamatan dan Kelurahan hingga masyarakat secara langsung. Tak ketinggalan, pendataan juga mencatat beberapa fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti Rumah Ibadah, Sekolah hingga kantor Pemerintahan.

“Dukungan dari semua pihak terkait termasuk masyarakat tentu sangat kita harapkan. Saat verifikasi lapangan terkait bangunan-bangunan, validasi dan siknronisasi hasil data nanti. Semuanya butuh ketelitian agar setiap tahapan sesuai dengan target awal” kata Ronny menambahkan.

Sekda Ronny juga berpesan kepada semua yang terlibat dalam tim pendataan agar mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat. Sebab yang tak kalah penting adalah menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.

Reporter: Suprin Pulungan


Advertisement

Pos terkait