TEBO | Go Indonesia.Id – Kondisi Sungai Alai di Kabupaten Tebo kian memprihatinkan. Air sungai yang membentang dari wilayah hulu di Kecamatan Rimbo Ulu hingga bermuara ke Sungai Batanghari terpantau keruh pekat bercampur lumpur, diduga kuat akibat adanya aktivitas ilegal di sepanjang aliran sungai.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kondisi air Sungai Alai sudah tidak layak dimanfaatkan sebagaimana fungsi sungai semestinya. Padahal, sungai ini memiliki peran vital sebagai habitat flora dan fauna, sumber irigasi pertanian dan perkebunan, penopang ketahanan pangan, pemenuhan kebutuhan rumah tangga, hingga potensi pariwisata air.
Pemerhati Lingkungan dan Sosial Masyarakat Kabupaten Tebo, Shahril RA Permata, angkat bicara terkait fenomena ini. Ia menilai, tingkat kekeruhan air yang terjadi hampir merata dari hulu hingga hilir menjadi indikasi kuat bahwa pencemaran telah terjadi secara sistematis.
βAir sungai dari muara hulu sampai ke hilir terlihat bercampur lumpur dan diduga sudah tercemar. Ini bukan kondisi alami dan tidak bisa dianggap sepele,β tegas Shahril.
Ia juga menyoroti bahwa kerusakan sungai di Kabupaten Tebo tidak hanya terjadi di Sungai Alai. Sejumlah anak sungai hingga sungai induk seperti Sungai Batanghari disebut sudah berada dalam kondisi kritis akibat pencemaran limbah, kerusakan ekosistem, penyempitan badan sungai, hingga pendangkalan yang terus dibiarkan.
Menurut Shahril, pembiaran terhadap kondisi ini sama saja dengan membuka jalan bagi kehancuran ekologis jangka panjang. Kerusakan daerah aliran sungai (DAS) bukan hanya melanggar aturan dan perundang-undangan wilayah sungai, tetapi juga mengancam keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat.
βPemerintah Kabupaten Tebo wajib segera mencari penyebabnya. Jika terbukti ada aktivitas ilegal, maka harus ada penindakan tegas, bukan sekadar imbauan,β ujarnya.
Ia mendesak agar Pemerintah Kabupaten Tebo bersama OPD teknis terkait, lintas sektoral, serta Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun ke lapangan untuk melakukan investigasi menyeluruh dan mengambil langkah konkret.
βSaya berharap pemerintah tidak menutup mata. Ini soal lingkungan, soal masa depan, dan soal keberlanjutan hidup masyarakat Tebo,β pungkas Shahril.
REDAKSI






