Berita

Adhi Rizaldi Masih Trauma Setelah Sepeda Motor Yamaha Mio Miliknya Raib

Surabaya l– Adhi Rizaldi, seorang warga Jalan Sencaki, Semampir, Surabaya, masih trauma setelah sepeda motor Yamaha Mio miliknya raib dicuri pada dini hari tadi. Kejadian ini menambah panjang daftar kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah tersebut.6/10/24.minggu

“Saya sangat terkejut saat bangun dan melihat motor sudah tidak ada. Padahal, saya sudah menguncinya dengan rapat,” ungkap Adhi dengan nada kecewa. Motor tersebut merupakan satu-satunya kendaraan yang ia gunakan untuk bekerja sehari-hari.

Kejadian bermula pada Sabtu malam, 5 Oktober 2024, sekitar pukul 22.30 WIB. Setelah menghadiri pengajian, Adhi memarkir motornya di depan rumah dan mengunci stang. Namun, saat bangun pada Minggu pagi sekitar pukul 03.00 WIB, motor kesayangannya sudah tidak ada di tempat.

“Pelaku diduga merusak kunci stang motor tersebut. Saya tidak tahu bagaimana mereka bisa seberani itu beraksi di depan rumah saya,” tambah Adhi.

Atas kejadian ini, Adhi mengalami kerugian sekitar Rp 3.500.000. Tidak terima dengan kejadian tersebut, Adhi kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Semampir.

Menanggapi laporan tersebut, pihak anggota polisi Semampir, langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. “Kami juga sedang menyelidiki rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku,” ujar.

“Kasus pencurian sepeda motor di wilayah Semampir memang tengah meningkat. Bulan lalu saja, tercatat ada tiga laporan serupa yang masuk ke Polsek Semampir. Peningkatan kasus ini membuat warga semakin resah dan was-was.”

Adi Rizaldi kepada masyarakat untuk lebih waspada dan meningkatkan keamanan kendaraan mereka. “Pastikan kendaraan selalu dalam kondisi terkunci dan parkir di tempat yang aman. Jika memungkinkan, pasanglah alat pengaman tambahan,” imbuhnya.

redhofitriyadi

Cari kami di sini hubungi Marketing

Berita

Disebut Psikopat, Ketua Bawaslu Surabaya Akan Laporkan Elly Dianawati Saleh

Surabaya – Ketua Bawaslu Surabaya, Novli Bernado Thyssen (42) membantah keras dirinya melakukan penganiayaan terhadap perempuan bernama Elly Dianawati Saleh (46).

Hal itu diungkapkan Novli pada saat melakukan klarifikasi terkait pemberitaan media dalam hal pelaporan Elly ke Polrestabes Surabaya.

“Sehubungan dengan semakin liar dan tak terkendalinya isu terkait tindak kekerasan yang dituduhkan secara tidak bertanggung jawab kepada saya, maka, penting bagi saya untuk menyampaikan hak jawab saya kepada teman teman media untuk menjelaskan yang sejelas-jelasnya terkait dengan permasalahan yang tersebut,” ujar Novli. Jumat (27/9) malam di hotel Regantris Surabaya.

Ada beberapa poin penting yang disampaikan Novli dalam klarifikasi pelaporan itu didepan puluhan awak media.

Pertama, Hubungan dirinya dengan Elly Dianawati Saleh adalah hubungan orang dewasa yang sama-sama tidak terikat dalam status perkawinan.

“Status saya duda 16 tahun dan Elly dalam status Janda. Hubungan saya dengan dia awal mulanya baik, dan tujuan saya menjalin hubungan dengan dia adalah untuk serius ke jenjang pernikahan,” ujar Novli.

“Dia saya kenalkan ke mama saya sebagai calon istri, dan saya kenalkan ke anak saya sebagai calon ibu, dan juga saya kenalkan ke saudara saya,” lanjutnya.

Kedua, dalam perjalanan asmara atau pacaran, Novli menjelaskan bahwa Elly mempunyai gaya hidup mewah dan boros, tinggal di apartemen, dan minta jatah uang bulanan Rp 5 juta yang kemudian tidak mampu di imbanginya.