LINGGA, DAIK | Go Indonesia.Id – Sektor perikanan di wilayah pesisir Lingga Timur, khususnya di Desa Kerandin, menunjukkan tren positif.
Komoditas unggulan berupa udang lokal yang dikenal dengan sebutan “udang Apollo” kini menjadi harapan baru bagi para nelayan dalam meningkatkan perekonomian keluarga.
Para nelayan setempat melaporkan bahwa hasil tangkapan udang Apollo semakin menjanjikan di tengah fluktuasi hasil laut lainnya.
Komoditas ini bahkan mulai berkembang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga telah merambah ke luar daerah seperti Batam dan Tanjungpinang.
“Udang Apollo ini sudah mulai diminati pasar luar. Ke depan, kami optimistis bisa menembus pasar ekspor ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,” ujar salah satu warga Desa Kerandin, Minggu (29/3/2026), di kediamannya di RT 01/RW 02 Dusun I.
Ketua RT 01, Hasanuddin, menegaskan bahwa udang kini telah menjadi komoditas strategis yang mampu mendorong peningkatan pendapatan harian nelayan. Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah desa mulai memprioritaskan sektor budidaya dan penangkapan udang sebagai penggerak utama ekonomi lokal.
“Perkembangan ini sangat terasa. Udang sudah menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir di sini,” ungkapnya.
Sementara itu, perangkat desa, Yudi, menjelaskan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2026 diharapkan dapat memperkuat infrastruktur pesisir, termasuk di Desa Kerandin sebagai salah satu wilayah potensial di Lingga Timur.
Di sisi lain, para tokoh nelayan berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah, terutama dalam bentuk bantuan alat tangkap modern serta akses permodalan. Hal ini dinilai penting agar nelayan tradisional dapat meningkatkan skala usaha tanpa harus bergantung pada tengkulak.
“Kami butuh alat yang lebih modern dan kemudahan akses modal. Dengan begitu, nelayan bisa lebih mandiri dan hasilnya juga bisa lebih maksimal,” ujar Hasbunallah, tokoh nelayan setempat.
Dengan potensi yang terus berkembang serta dukungan program pemerintah, udang Apollo diyakini mampu menjadi komoditas unggulan baru yang tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga berpotensi menembus pasar internasional.
Reporter: Edy






