UIN Alauddin Makassar Gelar Seminar Internasional Bahas Ketahanan Ekonomi Syariah di Tengah Ketidakpastian Global

IMG 20251118 WA0027

MAKASSAR | Go Indonesia.id_Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbankan Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar seminar internasional bertajuk β€œSinergizing Stakeholders for a Resilient and Sustainable Sharia Economy in the Era of Global Uncertainty” melalui rangkaian kegiatan IB Fair. Acara yang digelar pada Senin, 17 November 2025, di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ini berhasil menarik perhatian berbagai pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat pemahaman publik terkait keuangan syariah di tengah dinamika global.

Seminar ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, serta sejumlah perwakilan lembaga mitra baik dari dalam maupun luar negeri.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Advertisement

Para peserta menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung penguatan sistem ekonomi syariah nasional.

Ketua Jurusan Perbankan Syariah, Dr. Ismawati S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa sinergi antar-stakeholder menjadi kunci untuk memperkuat ekonomi syariah nasional dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang diwakili Dr. Hasbiullah S.E., M.Si. Seluruh sesi diskusi dimoderatori oleh Asyraf Mustamin, M.E.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber internasional dan nasional, di antaranya Masumi Ono dari Japan International Cooperation Agency (JICA), Dr. H. Nasrullah Bin Sapa, Lc., M.M (Head of South Sulawesi Regional Committee for Islamic Economics and Finance Division), Gama Genta (Head of Sharia Bank Surveillance Division), serta Muh. Rahmat (Assistant Director of Financial Services Institutions Supervisor Division 1 OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat).

Dalam materinya, Gama Genta dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045.

Ia juga menyoroti penguatan ekonomi syariah dalam Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional.

Sementara itu, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muhammad Rahmat, memaparkan tentang literasi dan inklusi keuangan syariah.

Ia menyebut masih banyak masyarakat yang menggunakan produk perbankan syariah tanpa memahami perbedaan mendasar antara sistem syariah dan konvensional.

Narasumber internasional, Masumi Ono, turut membahas tingkat Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Jepang dan kondisi ekonomi negara tersebut yang mengalami penurunan akibat sejumlah masalah struktural.

Melalui seminar internasional ini, HMJ Perbankan Syariah UIN Alauddin Makassar diharapkan dapat memperkuat kontribusi akademisi dan generasi muda dalam pengembangan ekonomi syariah, sekaligus mendorong kolaborasi global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Penulis: Fajri


Advertisement

Pos terkait