SPPG MBG Yayasan Kemala Bhayangkari Gandeng Damkar Natuna Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran

IMG 20260117 WA0084

NATUNA | Go Indonesia.id – Sebagai langkah antisipatif sebelum resmi beroperasi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Makan Bergizi (SPPG MBG) Yayasan Kemala Bhayangkari menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Natuna untuk memberikan pembekalan keselamatan kepada para relawan.

Kegiatan berlangsung di lokasi MBG di Jalan Teluk, Desa Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Jumat (17/1/26).

Bacaan Lainnya

Advertisement

Advertisement

Kepala SPPG MBG, Shintia Dwi Oktavianti, S.Tr.Gz, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan operasional MBG, dengan fokus utama pada pencegahan dan penanganan awal kebakaran serta keselamatan kerja di area dapur dan operasional.

Dalam pembekalan tersebut, Damkar Natuna memberikan materi komprehensif terkait penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau yang dikenal sebagai racun api. Para relawan diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis APAR, fungsinya, serta cara penggunaan yang benar dan aman saat menghadapi kebakaran tahap awal.

Shintia menekankan bahwa APAR bukan sekadar perlengkapan tambahan, melainkan perangkat keselamatan yang wajib dipahami oleh seluruh relawan MBG, mengingat aktivitas mereka berkaitan langsung dengan dapur, peralatan listrik, serta bahan-bahan yang mudah terbakar.

APAR ini bukan sekadar alat pelengkap, tetapi alat penyelamat. Relawan harus tahu kapan dan bagaimana menggunakannya dengan benar agar api tidak meluas,” ujar Shintia.

Selain pemadaman kebakaran, relawan juga dibekali pengetahuan tentang prosedur penyelamatan diri dan orang lain dalam situasi darurat. Materi mencakup langkah evakuasi, pertolongan pertama, hingga mekanisme pelaporan keadaan darurat.

Kami ingin memastikan seluruh relawan siap secara pengetahuan dan mental. Keselamatan adalah prioritas utama sebelum pelayanan kepada masyarakat dijalankan,” tambahnya.

Salah seorang relawan MBG mengungkapkan bahwa penggunaan APAR harus disesuaikan dengan sumber api agar tidak menimbulkan risiko baru.

APAR tidak bisa digunakan sembarangan. Untuk kebakaran akibat minyak atau kompor ada jenis APAR tertentu, begitu juga untuk kebakaran listrik. Kalau salah pakai, justru bisa membahayakan diri sendiri,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa untuk kebakaran bahan padat seperti kayu, kertas, atau sampah, tersedia jenis APAR berbeda yang bekerja dengan cara menutup sumber api dan menurunkan suhu panas.

Damkar Natuna juga mengingatkan bahwa isi APAR mengandung bahan kimia bertekanan tinggi, sehingga penggunaannya harus sesuai prosedur. Jika tidak, berpotensi menimbulkan dampak kesehatan seperti iritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit.

Kami diajarkan bukan hanya cara menyemprotkan, tetapi juga posisi aman, jarak yang tepat, arah semprotan, serta pentingnya pemeriksaan dan perawatan APAR secara berkala agar tetap layak pakai,” tambah relawan tersebut.

Pembekalan ini dinilai sangat penting agar relawan tidak panik dan mampu bertindak cepat serta tepat saat menghadapi kebakaran awal, dengan tetap mengutamakan keselamatan diri.

Kolaborasi antara SPPG MBG Yayasan Kemala Bhayangkari dan Damkar Natuna mendapat apresiasi luas karena dianggap sebagai langkah preventif yang strategis dan mencerminkan keseriusan pengelola MBG dalam menjamin keamanan relawan serta keberlanjutan program.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan relawan MBG mampu menghadapi situasi darurat dengan lebih sigap, terukur, dan profesional, sehingga potensi risiko kebakaran maupun kecelakaan kerja dapat diminimalkan sejak dini.

Reporter : Baharullazi


Advertisement

Pos terkait