PKL 7 Desa Pesucen Luncurkan Program “RESIK: Rangkaian Edukasi Kebersihan” untuk Tangani Masalah Sampah

IMG 20260201 WA0025 scaled

DESA PECUSEN | Go Indonesia.id– Kelompok 7 PKL Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam Universitas Airlangga telah meluncurkan program kerja bernama “RESIK: Rangkaian Edukasi Kebersihan” sebagai langkah preventif dalam mengelola sampah dan menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan Desa Pesucen.(1/2/26)

Program ini diinisiasi oleh 9 mahasiswa Kesehatan Masyarakat UNAIR, dengan Erica Dwi Anantasya sebagai penanggung jawab program.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Diluncurkan berdasarkan hasil analisis situasi serta wawancara dengan perangkat desa dan masyarakat, program ini hadir sebagai solusi atas permasalahan sampah yang masih menjadi isu serius di desa tersebut.

Kegiatan RESIK akan dilaksanakan di 3 dusun yaitu Dusun Krajan, Dusun Padangbaru, dan Dusun Bangunrejo, dengan lokasi pertama yang telah berlangsung pada tanggal 7 Januari 2026 di Dusun Krajan.

Sosialisasi Pengolahan Sampah dengan Metode 4R dan Praktek Pembuatan Eco-Enzyme

Rangkaian edukasi dalam program RESIK berfokus pada sosialisasi pemilahan dan pengolahan sampah dengan menerapkan prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace).

Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait cara pengolahan sampah yang baik dan benar, sehingga lingkungan Desa Pesucen dapat tetap terjaga kebersihannya.

Selain sosialisasi, kegiatan juga mencakup praktek pembuatan Eco-Enzyme – cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik seperti sisa buah dan sayuran, yang dicampur dengan gula merah dan air.

Eco-Enzyme memiliki beragam manfaat dalam kehidupan sehari-hari, antara lain sebagai pupuk alami yang meningkatkan kesuburan tanah, pestisida alami, serta pembersih alami untuk lantai, kamar mandi, dan wastafel.

Praktek ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi jumlah sampah serta memanfaatkan limbah secara bermanfaat.

Menggandeng Penggiat Lingkungan sebagai Pemateri

Sebelum pelaksanaan kegiatan di Dusun Krajan, tim PKL telah menyebarkan kupon undangan kepada masyarakat pada hari sebelumnya, yang berhasil menarik partisipasi sebanyak 25 orang. Acara menghadirkan Bu Desy Darmawati Setyaning Utami sebagai penggiat lingkungan yang bertindak sebagai pemateri.

Hadirnya program ini sangat bagus sekali sebagai bentuk pengurangan sampah dengan memanfaatkan bahan sederhana yang mudah dicari oleh masyarakat seperti galon dan botol bekas,” ucapnya.

Pada sesi praktik, mahasiswa bersama pemateri membimbing para peserta – terutama ibu-ibu masyarakat – dalam membuat Eco-Enzyme secara langsung. Harapannya, masyarakat dapat langsung mengimplementasikan apa yang telah dipelajari di rumah masing-masing.

Salah satu peserta, Bu Istiqomah dari Dusun Krajan, menyampaikan kesan positifnya: “Baru dengar ini eco-enzyme, ternyata manfaatnya sangat banyak sekali dan bisa mengurangi sampah, cara membuatnya juga mudah dengan memanfaatkan alat bahan yang ada.”

Kegiatan RESIK ini juga merupakan bentuk penerapan nilai Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12, yakni Responsible Consumption and Production, yang menekankan pentingnya pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta berkelanjutan.

Reporter : Indah Razak


Advertisement

Pos terkait