BATAM | Go Indonesia.id β Kondisi kawasan hutan lindung di Kota Batam kini menjadi sorotan serius. Gundulnya hutan akibat aktivitas pembabatan yang diduga dilakukan secara brutal oleh oknum tak bertanggung jawab menuai keprihatinan dari berbagai pihak.
Penggiat sosial Kota Batam, Haris, meminta BP Batam, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Pemerintah Kota Batam untuk segera turun langsung meninjau kondisi kawasan hutan lindung tersebut, Selasa (3/2/2026).
Haris mengungkapkan bahwa saat ini kondisi hutan lindung di beberapa titik sudah hampir habis dibabat, namun terkesan minim perhatian dan pengawasan dari pemerintah daerah.
βSekarang ini hutan sudah hampir habis dibabat. Pembabatan dilakukan secara brutal, tapi perhatian dari Pemerintah Kota Batam sangat kurang,β ujar Haris.
Menurutnya, keberadaan hutan lindung memiliki fungsi vital bagi keseimbangan lingkungan hidup dan keberlangsungan Kota Batam ke depan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan dan investasi memang penting, namun tidak boleh mengorbankan kelestarian alam.
βKawasan hutan lindung ini sangat perlu kita jaga bersama. Kita memang butuh investor dan pembangunan infrastruktur, tapi jangan juga semua hutan kita babat,β tegasnya.
Haris juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengirimkan surat resmi kepada BP Batam, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), KLHK, serta Pemerintah Kota Batam, sekaligus meminta dukungan dari Lembaga Adat Melayu (LAM) untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.
Menurut Haris, jika pembabatan hutan terus dibiarkan, dampaknya akan sangat merugikan masyarakat Batam.
βKalau semua hutan dibabat, pasti akan berdampak buruk bagi Kota Batam, mulai dari banjir, berkurangnya debit air bersih, hingga potensi longsor,β tutup Haris.
Ia berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan segera mengambil langkah tegas guna menghentikan kerusakan hutan lindung dan memastikan perlindungan lingkungan hidup bagi generasi mendatang.
Redaksi






