Mahasiswa Desak Tindakan Tegas, Kecam Oknum ASN yang Dinilai Menghina Daerah

IMG 20260407 WA0185

LINGGA | Go Indonesia.Id – Ketua IMKL, Dimas Alparezi Bastian, kembali menyampaikan pernyataan keras terkait dugaan komentar tidak pantas dari seorang ASN yang menyebut Kabupaten Lingga sebagai “kabupaten seremonial”. Dalam keterangannya, Dimas juga menyoroti sikap oknum yang dinilai tidak menghargai daerah tempatnya bekerja.

Menurut Dimas, oknum ASN yang disebut bernama Raul Andrika Putra tersebut diduga merupakan pendatang yang mencari penghidupan di Kabupaten Lingga, namun justru mengeluarkan pernyataan yang dianggap merendahkan daerah.

Bacaan Lainnya

Advertisement

“Kami sangat menyayangkan sikap yang bersangkutan. Ia datang mencari makan di Kabupaten Lingga, tetapi dengan mudahnya justru menghina daerah ini. Ini adalah rumah kami, tempat kami hidup dan membangun masa depan,” tegas Dimas.

Ia menilai pernyataan tersebut tidak hanya melukai perasaan masyarakat, tetapi juga mencerminkan kurangnya etika sebagai seorang aparatur negara yang seharusnya menjunjung tinggi sikap hormat terhadap lingkungan tempat bertugas.

Dimas juga menambahkan bahwa kritik terhadap daerah pada dasarnya diperbolehkan, namun harus disampaikan secara konstruktif dan melalui jalur yang tepat, bukan dengan pernyataan yang berpotensi menyinggung serta merendahkan martabat daerah dan masyarakatnya.

Dimas kembali mendesak Satuan Polisi Pamong Praja untuk segera mengambil langkah tegas terhadap oknum ASN tersebut. Ia juga menegaskan ultimatum bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam apabila tidak ada tindakan nyata.

“Kami memberikan peringatan keras kepada Satpol PP. Jika tidak ada tindakan tegas dalam waktu dekat, maka kami mahasiswa akan turun langsung menyuarakan aspirasi. Jangan sampai ada kesan pembiaran terhadap sikap yang merendahkan daerah kami,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dan penyelesaian yang adil, serta berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Reporter: Edy


Advertisement

Pos terkait