BANYUWANGI | Go Indonesia.id_ Di panggung politik Kabupaten Banyuwangi, nama Ir. Yayuk Banar Sri Pangayom bukan sekadar nama baru, melainkan bukti nyata bahwa benih perjuangan yang ditanamkan oleh para pendahulu akan terus tumbuh dan berbuah manis.(3/5/26).
Sebagai Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi periode 2024-2029 dari Fraksi PDI Perjuangan, Yayuk membawa serta sejarah panjang keluarga yang sejak zaman kemerdekaan telah setia pada ideologi Pancasila dan nasionalisme Bung Karno.
Terpilih kembali dengan gemilang dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banyuwangi 5, sosok Yayuk dikenal memiliki akar yang sangat kuat di masyarakat.
Tidak hanya karena kinerjanya yang selalu hadir menyerap aspirasi melalui reses dan kegiatan kemasyarakatan, tetapi juga karena garis keturunannya yang tak terpisahkan dari sejarah pergerakan bangsa.
Yayuk adalah anak kedua dari mendiang Bapak P. Subiu Puspa Suntoyo, seorang tokoh legendaris yang dikenal sebagai pengurus Partai Nasional Indonesia (PNI) di wilayah Banyuwangi Selatan pada masanya. PNI adalah partai yang lahir dari rahim proklamasi, didirikan oleh Ir. Soekarno sendiri sebagai wadah perjuangan kemerdekaan dan kedaulatan rakyat.
Bagi Yayuk, kecintaannya terhadap PDI Perjuangan bukanlah sekadar pilihan politik, melainkan darah dan daging. Sejak kecil, ia telah menyerap nilai-nilai cinta tanah air dan pengabdian kepada rakyat dari ayahanda tercinta.
Semangat mencintai Soekarno, mencintai keadilan sosial, dan mencintai kemerdekaan telah ditanamkan sejak ia lahir, hingga kini menjadi kompas yang mengarahkan setiap langkah politiknya.
Di bawah payung PDI Perjuangan, Yayuk Banar Sri Pangayom merasa bangga dapat meneruskan estafet perjuangan ayahnya. Di mana dulu Bapak Puspa Suntoyo berjuang melalui PNI, kini Yayuk melanjutkan misi yang sama di PDIPβpartai yang terus menjaga obor ideologi Bung Karno agar tetap menyala terang.
STATEMEN IR. YAYUK BANAR SRI PANGAYOM
ANGGOTA DPRD KABUPATEN BANYUWANGI
FRAKSI PDI PERJUANGAN
“Assalamuβalaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, salam sejahtera untuk kita semua.
Saya merasa sangat bangga dan terhormat bisa berdiri di sini sebagai wakil rakyat, namun kebanggaan terbesar saya adalah menjadi bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan. Bagi saya, PDIP bukan sekadar organisasi politik, ini adalah rumah ideologi yang sangat saya cintai. Kecintaan ini bukan muncul tiba-tiba, melainkan sudah mengalir di dalam darah saya sejak lahir.
Ayahanda saya, almarhum Bapak P. Subiu Puspa Suntoyo, adalah seorang kader Partai Nasional Indonesia (PNI) yang sangat setia di Banyuwangi Selatan. Beliau adalah pengikut setia Bung Karno, pejuang yang sangat mencintai bangsa ini. Sejak kecil, saya dididik dengan cerita-cerita kemerdekaan, dengan semangat ‘Berdiri di atas kaki sendiri’, dan dengan tekad untuk selalu membela yang kecil dan yang lemah. PNI yang didirikan Bung Karno dulu, ruhnya kini hidup dan berkobar di dalam PDI Perjuangan.
Jadi, ketika saya memilih berjuang di PDIP, saya tidak memilih jalan yang asing. Saya justru sedang meneruskan jalan yang telah dirintis oleh ayahanda saya.
Darah PNI dan cinta kepada Soekarno itulah yang membuat saya yakin, bahwa di partai ini, saya bisa berjuang sungguh-sungguh untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat, sebagaimana cita-cita proklamasi.
Sebagai Ketua PAC dan kini Anggota DPRD, saya berjanji akan selalu menjaga nama baik partai dan mengharumkan nama daerah ini.
Saya akan bekerja keras, merumuskan kebijakan yang berpihak pada rakyat, dan mengawasi pemerintahan dengan integritas.
Semoga semangat ayahanda dan semangat Bung Karno selalu menyala di dada saya, untuk terus berbakti kepada Banyuwangi dan Indonesia tercinta. Merdeka!”
Reporter : Indah Razak/ purnama







