1.100 Pelajar Meriahkan Festival Kuntulan Ewon pada Hardiknas di Banyuwangi

IMG 20260502 WA0034

BANYUWANGI | Go Indonesia.id – Banyuwangi bersiap menghadirkan pertunjukan seni kolosal berskala besar dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026. Sebanyak 1.100 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan akan ambil bagian dalam Festival Kuntulan Ewon yang dipusatkan di Taman Blambangan.

Agenda yang digagas Dinas Pendidikan Banyuwangi ini diproyeksikan menjadi salah satu magnet utama dalam rangkaian Hardiknas tahun ini. Tak sekadar pertunjukan, festival ini juga menjadi simbol integrasi pendidikan dan pelestarian budaya lokal.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Kepala Bidang SD Dispendik Banyuwangi, Sutikno, mengungkapkan total peserta yang terlibat mencapai sekitar 1.100 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA se-Banyuwangi.

β€œAda sekitar 1.100 peserta yang akan tampil dalam Festival Kuntulan Ewon. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan,” ujarnya.

Festival ini akan menyuguhkan perpaduan seni tari dan musik tradisional kuntulan dalam format kolosal. Ratusan siswa akan tampil serempak, menciptakan harmoni gerak dan irama khas Banyuwangi.

Kabid Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dispendik Banyuwangi, Lina Kamalin, menjelaskan komposisi peserta terdiri dari 600 pemusik dan 500 penari.

β€œAda 600 pemusik dari siswa lintas jenjang serta 500 penari dari siswa SD dan SMP yang akan memeriahkan festival ini,” jelasnya.

Dengan jumlah peserta besar, Festival Kuntulan Ewon dipastikan menjadi salah satu pertunjukan seni tradisional terbesar yang pernah digelar dalam momentum Hardiknas di Banyuwangi.

Tak hanya melibatkan ribuan pelajar, perhelatan ini juga direncanakan dihadiri oleh Abdul Mu’ti. Kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut diharapkan semakin menambah semarak sekaligus memberikan apresiasi langsung kepada para pelajar.

β€œNanti rencananya kita akan mengundang Pak Menteri Abdul Mu’ti untuk hadir dalam Festival Kuntulan Ewon saat Hardiknas,” ungkap Sutikno.

Momentum ini dinilai strategis untuk menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga penguatan karakter dan budaya.

Lebih dari sekadar pertunjukan, Festival Kuntulan Ewon menjadi bagian dari upaya pelestarian seni tradisional Banyuwangi di kalangan generasi muda. Melalui keterlibatan langsung para siswa, nilai-nilai budaya lokal ditanamkan sejak dini.

Dinas Pendidikan Banyuwangi menilai pendekatan ini efektif untuk menjaga keberlanjutan seni tradisional di tengah arus modernisasi.

Dengan melibatkan siswa lintas jenjang, festival ini juga menjadi ruang kolaborasi antar generasi pelajar sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Banyuwangi tahun ini tak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga panggung ekspresi budaya yang melibatkan ribuan pelajar.

Festival Kuntulan Ewon di Taman Blambangan diharapkan mampu menghadirkan pengalaman edukatif sekaligus hiburan berkualitas bagi masyarakat.

Reporter: Eko


Advertisement

Pos terkait